Tepergok Saat Curi Burung Kicau, Pria di Jombang Nyaris Tewas Dihakimi Massa
JOMBANG, iNewsMojokerto.id – Aksi pencurian burung kicau di Jombang berakhir tragis. Seorang pria bernama Firmansyah (30), warga Badas, Sumobito, nyaris kehilangan nyawa setelah tertangkap tangan mencuri burung murai batu milik warga di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Sabtu (25/10/2025) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu bermula ketika M. Ferdi Herianto (27), sang pemilik burung, terbangun dari tidurnya. Ia mendengar suara sepeda motor berhenti tepat di depan rumahnya. Merasa curiga, Ferdi keluar untuk memastikan keadaan.
“Begitu saya lihat, ada dua orang di dekat pagar. Salah satunya sudah menenteng sangkar berisi burung murai batu saya,” ujar Ferdi dengan nada kesal saat ditemui di rumahnya.
Mengetahui aksinya ketahuan, kedua pelaku panik dan langsung kabur dengan sepeda motor Honda CBR putih. Ferdi yang tak rela kehilangan burung kesayangannya seharga sekitar Rp4 juta itu sontak berteriak maling sambil mengejar pelaku.
Teriakannya membangunkan warga sekitar yang langsung ikut membantu mengejar. Salah satu pelaku, Firmansyah, akhirnya tertangkap tak jauh dari lokasi. Namun nahas, ia menjadi pelampiasan amarah warga yang kesal dengan maraknya pencurian di daerah tersebut.
“Begitu tertangkap, dia langsung dikeroyok warga. Satu pelaku lainnya berhasil kabur,” kata Ferdi.
Beruntung, amarah warga segera diredam setelah aparat kepolisian dari Polsek Mojoagung datang ke lokasi. Polisi langsung mengevakuasi Firmansyah yang dalam kondisi babak belur dan membawanya ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.
“Terduga pelaku sudah kami amankan dan masih menjalani pemeriksaan. Satu rekannya masih dalam pengejaran,” ujar Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas saat dikonfirmasi.
Polisi kini menjerat Firmansyah dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
Sementara itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Warga diminta menyerahkan pelaku ke aparat agar proses hukum berjalan sesuai aturan.
“Memang wajar warga marah, tapi tindakan kekerasan bisa berakibat fatal. Lebih baik serahkan pelaku kepada kami,” tegas Kompol Yogas.
Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi warga untuk selalu waspada terhadap aksi pencurian yang kian marak di wilayah perdesaan, terutama pada jam-jam dini hari.
Editor : Arif Ardliyanto