Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Jatim Gandeng Wartawan dalam Aksi Donor Darah, 100 Kantong Terkumpul
Advertisement . Scroll to see content

Komitmen ESG, Perusahaan Gula Ini Sabet Silver Rank di ASSRRAT 2025

Selasa, 02 Desember 2025 | 15:01 WIB
  • author Lukman Hakim
Komitmen ESG, Perusahaan Gula Ini Sabet Silver Rank di ASSRRAT 2025
PT SGN meraih Silver Rank dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASSRRAT) 2025 untuk laporan keberlanjutan tahun buku 2024. (Foto/ist).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Perusahaan gula PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menyabet Silver Rank dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASSRRAT) 2025 untuk laporan keberlanjutan tahun buku 2024. 

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG). Mulai dari efisiensi energi, pengelolaan air, pengurangan emisi, hingga pemberdayaan petani tebu.

Sekretaris Perusahaan PT SGN, Yunianta menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja seluruh insan perusahaan dalam memperkuat implementasi keberlanjutan.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Sustainability Report telah disusun sesuai standar Global Reporting Initiative (GRI) dan mencerminkan komitmen perusahaan terhadap penerapan prinsip keberlanjutan. “Capaian ini adalah hasil kerja seluruh insan SGN dalam memperkuat implementasi ESG,” katanya, Selasa (2/12/2025).

ASSRRAT) 2025 digelar oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) bekerja sama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP). 

Tahun ini, sebanyak 82 perusahaan dan organisasi ambil bagian, terdiri dari 78 entitas asal Indonesia. Termasuk tiga dari sektor publik serta empat entitas dari Bangladesh dan Filipina. Penganugerahan berlangsung pada Jumat (28/11/2025) di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali. 

Dalam sambutannya, Chairman Board of Trustee NCCR, Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, menekankan perlunya harmonisasi standar pelaporan keberlanjutan secara global. 

Ia menyebut perkembangan regulasi internasional seperti IFRS S1–S2, TCFD, GRI Standards, dan ASEAN Taxonomy sebagai dorongan bagi perusahaan untuk menyajikan laporan yang semakin terukur, dapat diperbandingkan, dan relevan bagi para pemangku kepentingan.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut