Haru dan Romantis Menyatu di Konser Rossa, Doa Mengalir untuk Korban Bencana di Sumatra
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Penyanyi Diva Indonesia, Rossa, mengajak ribuan penonton yang memadati Jawa Pos Arena Surabaya untuk berdoa bagi para korban banjir di Sumatra.
Aksi spontan itu disambut haru penonton di tengah konser bertajuk “Rossa Asmara Dansa” yang digelar pada Jumat (5/12/2025). Suasana romantis konser seketika berubah hening dan menyentuh hati.
Sorak sorai penonton kembali pecah saat penyanyi bernama lengkap Sri Rossa Roslaina Handiyani itu membawakan deretan lagu andalannya.
Penampilan Teteh Ocha, sapaan Rossa, semakin memukau dengan set panggung megah, tata suara yang kuat, serta lighting yang dinamis mengikuti irama. Sebanyak 16 lagu ia bawakan, termasuk momen spesial duet bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Di balik panggung, Emil mengungkapkan kekagumannya terhadap Rossa yang tetap mengajak penonton berdoa meski konser dipenuhi ribuan penonton.
“Di tengah penonton yang full, Rossa masih mengajak kita menundukkan kepala untuk mendoakan korban banjir di Sumatera. Itu menunjukkan empati yang luar biasa,” ujar Emil.
Saat berduet membawakan lagu “Bertengkar Manis”, Emil juga berbagi pesan pribadi tentang makna lirik lagu tersebut.
“Liriknya sangat bagus. Ada kalimat, tanpa hujan langit pun tak akan berpelangi. Saya merasa itu relevan, karena banyak pasangan saat ini memilih berpisah. Padahal tidak semua pertengkaran harus mengakhiri hubungan. Justru bisa membuat kita lebih dewasa,” ungkap Emil sambil tersenyum.
Lebih dari 5.000 penonton hadir menyaksikan penampilan Rossa. Salah satunya, Nur Azizah, yang berada di barikade depan panggung. Ia tak kuasa menahan air mata saat Rossa menyanyikan lagu “Terlalu Cinta.”
“Lagu itu seperti cerita hidup saya,” teriaknya sambil menyanyikan lirik penuh emosional.
Sebagai penutup, Rossa menghadirkan lagu “Sakura” karya Jimmy Paais, yang pernah dipopulerkan Fariz RM. Hentakan musik dan suara kuat Rossa berhasil menggetarkan seluruh gedung DBL, menutup malam dengan penuh kesan.
Editor : Arif Ardliyanto