Ratusan Rocker Lawas Surabaya Rayakan Kebangkitan Musik Rock di Balai Pemuda
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Balai Pemuda Surabaya pada Sabtu malam dipadati ratusan pecinta musik rock. Para “rocker lawas” usia 40 tahun ke atas yang berkumpul untuk bernostalgia menikmati hentakan musik rock dalam gelaran komunitas bertajuk “Super Rock Duel Meet”.
Koordinator acara, Iyus Reptil, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk kembali menghidupkan atmosfer musik rock yang pernah berjaya di Kota Pahlawan. Dia menegaskan bahwa Surabaya memiliki sejarah panjang dan kuat dalam skena rock nasional.
Menurutnya, Surabaya pada era 90-an sebenarnya memiliki skena musik rock yang besar. Banyak legenda rock asal Surabaya yang dikenal di Indonesia. “Dengan adanya event ini, kami berharap semangat komunitas rock bisa bangkit kembali. Kali ini juga hadir komunitas penggemar band Helloween,” ujar Iyus, Sabtu (10/1/2026).
Tidak hanya komunitas musik, acara ini juga melibatkan berbagai pelaku UMKM, komunitas reptil, serta komunitas tembakau untuk turut meramaikan suasana.
Pada gelaran ini, empat band rock lawas Surabaya yang melegenda di era 90-an tampil menghibur penonton. Mereka adalah Red Spider, Shadow, Big Panzer, dan Abracadabra.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Big Panzer, yang membawakan lagu “Forever and One” milik band rock legendaris asal Jerman, Helloween. Lagu tersebut langsung disambut antusias para penggemar Helloween yang hadir.
Hentakan suara bass dari Didieth Sakhsana, bassist Big Panzer, menggema memenuhi area Balai Pemuda Surabaya. Dengan teknik khasnya, Didieth kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu legenda rock Surabaya.
Pada masanya, Didieth pernah tergabung dalam satu band bersama gitaris kenamaan Dewa Budjana dalam band Doctor Dolittle, sebelum Budjana kemudian berkiprah di grup musik Gigi.
Acara “Super Rock Duel Meet” ini diharapkan dapat terus menjadi ruang silaturahmi bagi komunitas rock Surabaya sekaligus menghidupkan kembali gairah musik rock di kalangan generasi lama maupun baru.
Editor : Arif Ardliyanto