Bermain dengan Skuad Terbatas, Tim Futsal Alana Regency Gunungsari Tumbangkan Alana Hills Gresik 2-0
Strategi tersebut terbukti ampuh. Striker Alana Regency yang tampil dalam kondisi prima mampu memaksimalkan peluang dan menyumbangkan dua gol tanpa balas, sekaligus memastikan kemenangan perdana bagi tim asal Gunungsari itu.
Optimisme pun mulai tumbuh. Iwan yakin performa tim akan semakin solid jika pada laga berikutnya skuad tampil lebih lengkap.
“Insyaallah kalau minggu depan pemain lebih lengkap, peluang kami jauh lebih besar. Targetnya tentu bisa menang lagi,” katanya.
Sementara itu, pada kategori usia muda atau pro, Tim Futsal Alana Regency harus mengakui keunggulan lawan lewat adu penalti. Meski kalah tipis, peluang untuk bangkit masih terbuka lebar.
“Ada dua pertandingan lagi untuk kategori usia muda. Kami optimistis bisa menang di laga berikutnya,” tambah Iwan.
Dari kubu lain, pemain Alana Hills Driyorejo Gresik, Bejo, mengakui turnamen ini tetap menyajikan tensi tinggi meski dibalut konsep silaturahmi.
“Mainnya tetap keras, apalagi di kategori umum atau pro. Secara permainan sebenarnya berimbang,” ungkapnya.
Ia menilai dinamika pertandingan, termasuk adu emosi dan intrik di lapangan, merupakan bagian dari futsal itu sendiri.
“Namanya pertandingan, gesekan dan emosi pasti ada. Tapi justru itu yang bikin pertandingan hidup,” tambah Bejo.
Dengan format gugur dan persaingan ketat antar komunitas Alana, kemenangan di laga pembuka menjadi modal penting bagi Alana Regency Gunungsari. Hanya membutuhkan dua kemenangan lagi, peluang melaju ke semifinal hingga meraih gelar juara pun terbuka lebar.
“Mohon doanya saja, semoga Alana Regency bisa melangkah sampai juara,” tutup Iwan penuh harap.
Editor : Arif Ardliyanto