get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketika Algoritma Mengajar Gen Z Cara Membenci

Membongkar Cara Kerja Algoritma Media Sosial, Pelajar SMK di Sidoarjo Dapat Literasi Digital

Senin, 12 Januari 2026 | 14:50 WIB
header img
Workshop content creator di SMK Darul Huda Jabon Sidoarjo mengupas tuntas cara kerja algoritma media sosial agar konten tak sekadar viral, tapi berdampak. Foto Surabaya.iNews.id/amin

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id — Bagi banyak pelajar, media sosial kerap dipandang sebagai ruang hiburan semata. Namun di balik layar ponsel, ada sistem rumit yang menentukan apakah sebuah konten akan viral atau justru tenggelam tanpa jejak. Rahasia itulah yang dibedah dalam Workshop Content Creator di SMK Darul Huda Jabon, Sidoarjo, Senin (12/1/2026).

Workshop literasi digital ini disampaikan langsung oleh Tim Media Sosial Surabaya.iNews.id, Amin Wahyono, yang mengajak para siswa memahami cara kerja algoritma media sosial di tengah derasnya arus konten digital.

Amin menegaskan, viralitas bukan hasil kebetulan. Ada mekanisme terukur yang bekerja sejak detik pertama sebuah konten diunggah. Algoritma, kata dia, tidak serta-merta menyebarkan konten ke seluruh pengguna.

“Ketika sebuah konten diposting, platform hanya mendistribusikannya ke sebagian kecil audiens. Kurang lebih sekitar 5 persen, baik ke followers maupun non-followers,” jelas Amin di hadapan para siswa.

Pada fase awal tersebut, algoritma mulai melakukan penilaian ketat. Setiap interaksi pengguna menjadi bahan evaluasi, mulai dari jumlah like, komentar, hingga durasi menonton.

“Like itu punya nilai satu, komentar dua, share tiga, save empat, watch time lima, playback enam. Sebaliknya, kalau penonton langsung keluar, itu bisa menurunkan skor konten,” paparnya.

Seluruh interaksi itu kemudian dikalkulasi menjadi skor performa konten. Jika skor tersebut melampaui standar atau Key Performance Indicator (KPI) algoritma, maka jangkauan konten akan diperluas ke audiens yang lebih besar. Namun jika tidak, distribusi konten akan dihentikan.

“Kalau skornya di bawah patokan algoritma, maka konten akan berhenti di situ atau istilahnya ditenggelamkan,” tambah Amin.

Bagi para siswa, penjelasan ini membuka perspektif baru bahwa menjadi content creator bukan sekadar soal kreativitas visual, tetapi juga pemahaman strategi dan perilaku audiens.

Sementara itu, Kepala SMK Darul Huda Jabon, M. Mafatichul Huda, S.Pd.I, menilai workshop ini sangat relevan dengan tantangan generasi muda di era digital saat ini.

“Workshop ini kami rancang untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat pemahaman siswa tentang dunia jurnalistik dan content creator di era digital,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan membaca algoritma dan memahami ekosistem media digital merupakan bekal penting di tengah transformasi teknologi yang semakin cepat, khususnya memasuki era revolusi industri 5.0.

“Dunia digital hari ini sudah seperti udara yang kita hirup. Sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Melalui workshop ini, para siswa diharapkan tidak lagi memandang media sosial sebatas ruang hiburan. Lebih dari itu, media sosial adalah ekosistem yang menuntut strategi, etika, dan pemahaman sistem agar konten yang dihasilkan bukan hanya tayang, tetapi juga memiliki dampak positif dan berkelanjutan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut