Digitalisasi Jadi Kunci Kebangkitan Usaha, UWP Putuskan Bantu UMKM Surabaya Tembus Pasar Lebih Luas
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perubahan besar di era digital tak hanya dirasakan oleh generasi muda, tetapi juga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dari cara mencatat keuangan hingga kebiasaan berjualan, semuanya kini dituntut beradaptasi dengan dunia online. Menjawab tantangan itu, Universitas Wijaya Putra (UWP) tampil aktif memperkuat literasi digital UMKM melalui program pendampingan berbasis pengabdian masyarakat.
Di tengah ketatnya persaingan global dan perubahan perilaku konsumen yang kian cepat, UMKM tidak lagi cukup mengandalkan cara-cara konvensional. Digitalisasi menjadi pintu masuk utama agar usaha lokal tetap bertahan dan berkembang. Mulai dari pencatatan keuangan berbasis aplikasi, pemasaran melalui media sosial dan marketplace, hingga pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai, semua dikenalkan secara bertahap dan aplikatif.
Tak hanya fokus pada aspek teknologi, Universitas Wijaya Putra juga mendorong peningkatan daya saing melalui halalisasi produk. Sertifikasi halal kini dipandang sebagai kebutuhan strategis, bukan sekadar pelengkap. Produk dengan legalitas dan jaminan halal dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar yang lebih luas.
“Melalui program pengabdian masyarakat, Universitas Wijaya Putra berupaya menjawab tantangan persaingan global UMKM. Kami hadir untuk membersamai warga, khususnya pelaku UMKM, agar kapabilitas mereka meningkat. Baik dosen maupun mahasiswa menjadi bagian dari agent of change tersebut,” ujar Yuli Ermawati, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Putra.

Program pendampingan ini dilaksanakan secara terpadu melalui pelatihan kelas dan pendampingan langsung di lapangan. Mahasiswa dilibatkan secara aktif melalui skema project-based learning, sehingga proses belajar tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi bersentuhan langsung dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Salah satu wilayah yang menjadi lokasi pendampingan adalah RW VI Pakal, Surabaya, yang memiliki sekitar 40 UMKM dari beragam jenis usaha. Mulai dari kuliner rumahan, produk olahan, hingga usaha jasa, seluruhnya mendapatkan pendampingan manajemen, keuangan, dan pemasaran digital.
Editor : Arif Ardliyanto