get app
inews
Aa Text
Read Next : Unikama Jelang Usia 69 Tahun: Antara Aspirasi Mahasiswa dan Komitmen Kemajuan

Polemik Yayasan PPLP-PT PGRI, Civitas Akademika Unikama Resah

Kamis, 29 Januari 2026 | 07:05 WIB
header img
Dosen Unikama, Romadon (tengah). Foto : Surabaya.iNews.id/Andika.

MALANG, iNewsSurabaya.id – Situasi di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) sempat memanas pada Rabu malam (28/1/2026) menyusul polemik kepemilikan Yayasan PPLP-PT PGRI Malang. 

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran civitas akademika setelah muncul dugaan upaya intimidasi dan pengerahan massa oleh oknum tertentu.

Kehadiran sejumlah orang di area yayasan pada malam hari memicu kekhawatiran berbagai pihak, terutama karena mereka diduga mencoba memasuki kantor yayasan secara paksa.

Berdasarkan keterangan di lapangan, beberapa orang tak dikenal mendatangi kawasan kantor yayasan saat aktivitas sudah sepi. Satuan pengamanan (Satpam) yang berjaga langsung melakukan pencegahan dan menutup akses masuk guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dosen Unikama, Romadon menyampaikan kekecewaan yang mendalam akibat peristiwa yang mencoreng nama baik kampus di Kecamatan Sukun Kota Malang tersebut.

"Kami dari dosen, sudah jengah dengan kondisi kampus kami, selama 5 bulan lamanya iklim kampus ini dikuasai oleh orang yang tidak punya wewenang di yayasan ini, dan secara legalitas Pak Agus lah yang merupakan ketua Yayasan di Unikama ini,” katanya.

"Saya harap dengan perginya orang ini, diharapkan tidak ada lagi konflik dualisme yang ada di Unikama, dan kami seluruh Civitas akademika Unikama berdasarkan legalitas yang sah, mengakui Pak Agus lah ketua yayasan kami, dan berikut pak Nawaji adalah wakilnya,” imbuhnya.

Ketegangan pun sempat terjadi ketika massa bersikeras masuk ke area kantor. Beruntung, tindakan sigap petugas keamanan berhasil meredam situasi sehingga tidak sampai terjadi bentrokan fisik.

Setelah kejadian tersebut kepolisian dari Sektor Sukun dan Resort Malang siaga di Unikama untuk menjaga kondusifitas area kampus dan menghindari terjadinya gesekan antar kepentingan yang berakibat fatal.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut