Kadin Soroti Peluang Properti Jatim 2026, Rumah Subsidi dan Kos Mahasiswa Masih Diminati
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Jawa Timur menegaskan posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Di tengah tantangan global dan ketidakpastian ekonomi dunia, sinergi antar pelaku usaha dinilai menjadi kunci agar pertumbuhan tetap terjaga dan merata.
Semangat tersebut mengemuka dalam pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur masa bakti 2025–2030 yang dipimpin langsung Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan peran strategis dunia usaha Jawa Timur dalam menopang ekonomi nasional.
Anindya Bakrie menekankan pentingnya menghidupkan semangat Indonesia Incorporated, gagasan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kolaborasi lintas skala usaha. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi ideal adalah pertumbuhan yang inklusif.
“Bukan hanya yang besar makin besar, tapi yang menengah bisa naik kelas, yang kecil menjadi menengah, dan UMKM terus berkembang,” ujar Anindya.
Ia menilai Jawa Timur sebagai contoh konkret penerapan Indonesia Incorporated. Provinsi ini dikenal sebagai basis industri manufaktur dan agroindustri yang kuat, sekaligus memiliki rantai pasok yang saling terhubung antar sektor.
Data menunjukkan, sekitar 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur ditopang oleh industri pengolahan, yang bergerak seiring dengan sektor perdagangan dan pertanian berskala besar. Kombinasi tersebut menjadi fondasi penting bagi penciptaan nilai tambah ekonomi.
Editor : Arif Ardliyanto