get app
inews
Aa Text
Read Next : Penerima Beasiswa Ada yang Punya Pajero, Pemkot Surabaya Perbarui Data dan Fokus Warga Miskin

Polemik Beasiswa PTS Surabaya Memanas, Mahasiswa Unesa Ini Bongkar Fakta yang Jarang Terungkap

Jum'at, 30 Januari 2026 | 11:04 WIB
header img
Polemik Beasiswa Pemuda Tangguh di Surabaya ramai disebut dipangkas. Mahasiswa justru membongkar fakta soal penataan agar bantuan tepat sasaran. Foto Surabaya.iNews.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Isu pemangkasan beasiswa mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya mendadak bikin gaduh. Media sosial ramai, mahasiswa resah, bahkan muncul anggapan akses pendidikan kian dipersempit. Namun benarkah Beasiswa Pemuda Tangguh benar-benar dipangkas?

Fakta di lapangan justru berkata sebaliknya. Mahasiswa S2 Manajemen SDM Universitas Negeri Surabaya, Rizky Andra atau Cak Andra, membongkar narasi yang menurutnya sengaja dipelintir. Ia menyebut polemik ini digoreng hingga memicu kepanikan, padahal substansi kebijakan tidak seperti yang dituduhkan.

“Isunya seolah-olah beasiswa dipotong. Padahal ini bukan pemangkasan, tapi penataan agar bantuan benar-benar sampai ke mahasiswa yang membutuhkan,” kata Cak Andra dengan nada tegas.

Menurutnya, kebijakan ini justru menjadi langkah berani Wali Kota Surabaya untuk memastikan keadilan. Mahasiswa dari keluarga kurang mampu dipastikan tetap mendapatkan pembiayaan penuh, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Kalau benar-benar tidak mampu, tidak perlu takut. Pendidikan tetap gratis. Tapi kalau secara ekonomi mampu, sudah sewajarnya ikut bertanggung jawab,” ujarnya.

Sebagai Cak Surabaya 2019 dan Founder Generasi Arek Suroboyo, Cak Andra menilai penataan ulang beasiswa ini menjadi momentum penting membongkar praktik yang selama ini tak tersentuh. Ia mengingatkan, tanpa perbaikan sistem, potensi salah sasaran akan terus berulang.

“Beasiswa itu bukan hak semua orang, tapi hak mereka yang berprestasi dan kurang mampu. Kalau tidak dibenahi, ketimpangan akan terus terjadi,” tegasnya.

Ia juga meluruskan anggapan soal jalur mandiri yang kerap disebut sebagai jalur prestasi. Menurutnya, jalur tersebut justru mencerminkan kesiapan finansial, bukan capaian akademik.

“Jalur mandiri itu soal kemampuan ekonomi. Maka wajar kalau kebijakan beasiswa diarahkan agar lebih adil,” katanya.

Di tengah derasnya kritik, langkah Pemkot Surabaya justru menuai dukungan. Banyak pihak menilai kebijakan ini membuat mahasiswa PTN dan PTS berada di posisi yang setara dalam mengakses bantuan pendidikan.

“Ini langkah berani dan patut diapresiasi. Akhirnya, PTN dan PTS punya peluang yang sama,” pungkas Cak Andra.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Juli Purnomo menegaskan perubahan skema Beasiswa Pemuda Tangguh bukanlah pengurangan hak mahasiswa. Ia menyebut kebijakan ini merupakan penyesuaian regulasi untuk memperluas akses pendidikan.

“Perubahannya mengikuti aturan terbaru, dari Perwali 135 Tahun 2022 hingga menuju Perwali Nomor 4 Tahun 2026 dengan nomenklatur Bantuan Biaya Perkuliahan,” jelas Juli.

Ia menambahkan, sejak 2022 Pemkot Surabaya menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Ini investasi jangka panjang. Bukan sekadar soal bantuan hari ini, tapi masa depan SDM Surabaya,” tandasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut