get app
inews
Aa Text
Read Next : Ribuan Pelari Banjiri Kota Surabaya, Ekonomi Langsung Melonjak, Okupansi Hotel Meningkat

Tak Sekadar Ngoding, Begini Cara Buka Jalan Talenta Digital Bertahan di Era Teknologi

Minggu, 01 Februari 2026 | 16:17 WIB
header img
Re:Code hadir sebagai ruang eksplorasi dan validasi ide, membantu talenta digital mengembangkan produk teknologi hingga siap masuk ke pasar dan memberi dampak ekonomi. Foto Surabaya.iNews.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perubahan teknologi digital kini melaju jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu. Bagi banyak talenta digital, kecepatan ini menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan nyata: bagaimana tetap relevan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berubah.

Di lapangan, persoalan yang muncul bukan semata soal jumlah talenta digital. Kesenjangan justru terlihat pada kesiapan sumber daya manusia—mulai dari akses pembelajaran yang sesuai praktik industri, ruang untuk menguji kemampuan, hingga tempat aman untuk memvalidasi ide. Tak sedikit talenta digital yang memiliki potensi, namun kesulitan menemukan ekosistem yang mendukung proses tumbuh mereka secara berkelanjutan.

Kondisi inilah yang mendorong Jagoan Hosting bersama Ngalup Collaborative Network (Ngalupco) melahirkan Re:Code, sebuah inisiatif kolaboratif yang dirancang sebagai ruang belajar, evaluasi, dan pengembangan kapasitas talenta digital. Program ini menjadi titik temu antara komunitas, industri, dan pemangku kepentingan, dengan tujuan membangun ekosistem digital yang lebih sehat dan inklusif.

Didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), kegiatan Re:Code digelar di Gedung Balai Pemuda, Surabaya. Lebih dari sekadar forum diskusi, Re:Code hadir sebagai ruang eksplorasi ide yang dekat dengan kebutuhan nyata industri teknologi.

Founder Jagoan Hosting sekaligus Ngalupco, Danton Prabawanto, mengungkapkan bahwa peluang di industri digital saat ini jauh lebih terbuka dibandingkan ketika ia memulai perjalanan di dunia teknologi.

“Dulu, akses informasi dan ekosistem pendukung masih sangat terbatas. Validasi ide juga tidak mudah. Sekarang, talenta digital punya peluang lebih besar untuk belajar, bereksperimen, dan mendapatkan pendampingan,” kata Danton.

Namun, ia menekankan bahwa peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan secara optimal jika talenta digital memiliki ruang belajar yang tepat dan lingkungan yang suportif. Menurutnya, kolaborasi antara komunitas, industri, dan pemerintah menjadi kunci penting dalam mempercepat lahirnya solusi digital yang berdampak.

“Perubahan teknologi membuka peluang sangat luas. Tapi tanpa ekosistem yang mendukung, ide-ide bagus bisa berhenti di tengah jalan,” ujarnya.

Melalui Re:Code, Jagoan Hosting juga menegaskan perannya yang kini tak sekadar sebagai penyedia infrastruktur digital. Perusahaan ini mulai mengambil posisi sebagai digital enabler ecosystem, membantu talenta digital dari tahap validasi ide, pengembangan produk, hingga proses go-to-market.

“Dari ide, menjadi solusi, lalu menjadi dampak. Itulah perjalanan yang ingin kami percepat bersama ekosistem,” jelas Danton.

Dalam jangka panjang, inisiatif seperti Re:Code diyakini mampu menjadi fondasi lahirnya generasi technopreneur dan inovator digital yang tak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga peka terhadap dampak sosial dan ekonomi.

Pandangan ini sejalan dengan pernyataan Dirjen Ekosistem Digital Kemenkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, yang menegaskan bahwa pengembangan talenta digital harus dilakukan secara berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

“Ruang belajar yang sehat dan kolaboratif menjadi faktor penting dalam menyiapkan talenta digital yang siap menghadapi perubahan teknologi,” ungkap Edwin.

Re:Code juga menghadirkan para praktisi industri, engineer, dan penggerak komunitas digital dari berbagai latar belakang untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik. Kehadiran mereka memberikan gambaran nyata tentang tantangan sekaligus peluang di dunia teknologi yang terus berkembang.

Sejumlah tokoh IT nasional turut hadir, di antaranya Sandhika Galih (Lecturer, Google Developer Expert & Content Creator), Setia Budi (Machine Learning Engineer ticket.com), dan Eko Khannedy (Technical Architect Blibli). Selain itu, hadir pula penggerak komunitas dan content creator teknologi seperti Devin Maeztri, Aurelius Ivan, Ficky Irawanto, Theodore Mangowal, Fini Charissa, hingga Safira Maruapey.

Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, peningkatan kapasitas talenta digital diharapkan tidak hanya berdampak pada pengembangan individu, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

“Ketika talenta digital memiliki ruang untuk belajar, memvalidasi ide, dan melangkah ke pasar dengan dukungan ekosistem, yang lahir bukan hanya inovasi, tetapi juga nilai ekonomi,” tandas Edwin.

Dari percikan ide hingga solusi nyata, Re:Code menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat menggerakkan ekosistem digital Indonesia menuju pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut