Tak Sekadar Menginap, Kaki Gunung Bromo Ini Tawarkan Pengalaman Wisata Berkesan dan Lebih Hangat
PASURUAN, iNewsSurabaya.id – Bagi banyak orang, Bromo selama ini identik dengan perjalanan singkat: berburu matahari terbit, berfoto, lalu pulang. Namun pengalaman berbeda kini mulai ditawarkan di kawasan kaki Gunung Bromo. Lewat Jambuluwuk Resort & Poshtel Bromo, wisata di kawasan ini diarahkan menjadi lebih pelan, lebih hangat, dan penuh cerita.
Berdiri di atas lahan hampir dua hektare, Jambuluwuk Resort & Poshtel Bromo tak sekadar menghadirkan tempat bermalam. Kawasan ini dirancang sebagai ruang hidup sementara, tempat para tamu bisa berinteraksi, beristirahat, sekaligus menikmati alam pegunungan tanpa terburu waktu.
Salah satu konsep yang mencuri perhatian adalah Poshtel—penginapan bergaya modern yang menempatkan ruang komunal sebagai pusat aktivitas. Di sinilah para tamu, baik yang datang sendiri, bersama keluarga, maupun rombongan, bisa saling bertegur sapa. Meja biliar, tenis meja, karaoke, arcade game, hingga darts menjadi “jembatan” percakapan yang mencairkan suasana.
VP Marketing Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel, Marchella Purwanaika, mengatakan konsep tersebut lahir dari perubahan cara wisatawan memaknai liburan.
“Sekarang orang tidak hanya mencari kamar untuk tidur. Mereka ingin pengalaman, kebersamaan, dan ruang untuk berbagi cerita. Karena itu, area komunal kami posisikan sebagai jantung aktivitas,” ujarnya.
Dari sisi desain, Poshtel mengusung sentuhan Indonesia modern yang berpadu dengan nuansa alam. Material alami, tata ruang terbuka, dan pencahayaan hangat menciptakan suasana yang menyatu dengan karakter Bromo—tenang, sejuk, dan menenangkan.
Tak hanya soal suasana, fasilitas yang ditawarkan juga dirancang agar tamu betah berlama-lama. Kolam renang air hangat indoor, kids pool, pusat kebugaran, sauna, hingga Melah Spa menjadi pilihan relaksasi setelah seharian beraktivitas. Bagi tamu yang ingin tetap aktif, tersedia sport center, lapangan multifungsi, serta lapangan padel yang menghadap langsung ke hamparan hutan pinus.
“Kami ingin tamu bisa menikmati waktu tanpa harus keluar kawasan. Bromo bukan cuma soal destinasi, tapi soal bagaimana perjalanan itu dirasakan,” kata Marchella.
Editor : Arif Ardliyanto