Tak Sekadar Santunan, MUI Jatim Bakal Bangkitkan Motivasi Hidup 1.000 Anak Yatim di Jawa Timur
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur memulai langkah baru dengan mendekatkan diri langsung ke masyarakat. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk menebar harapan, salah satunya dengan menggelar program santunan bagi 1.000 anak yatim dan dhuafa di berbagai wilayah Jawa Timur.
Bukan sekadar berbagi bantuan, kegiatan ini dirancang sebagai upaya membangkitkan semangat hidup anak-anak yang selama ini berada dalam keterbatasan. Melalui santunan dan pendampingan motivasi, MUI Jatim ingin memastikan mereka tidak hanya menerima manfaat sesaat, tetapi juga dorongan untuk menatap masa depan dengan lebih optimistis.
Ketua Komisi Pengembangan Dana Umat MUI Jatim, KH Miftah Jauhari, menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil rapat kerja komisi yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari praktisi filantropi hingga akademisi. Untuk memaksimalkan dampak, MUI Jatim menggandeng sejumlah lembaga amil zakat ternama, di antaranya Taman Zakat dan Dompet Dhuafa, serta dosen-dosen yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan dana umat.
“Kami tidak ingin program ini berjalan biasa-biasa saja. Karena itu, kami melibatkan praktisi dan akademisi yang sudah berpengalaman, agar pengelolaan dana umat bisa tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar KH Miftah Jauhari, yang akrab disapa Gus Miftah.

Program santunan ini menjadi langkah awal Komisi Pengembangan Dana Umat MUI Jatim untuk menunjukkan komitmen nyata dalam kerja-kerja sosial keumatan. Tak hanya di tingkat provinsi, jaringan MUI kabupaten dan kota se-Jawa Timur turut dilibatkan agar pelaksanaan program berlangsung merata dan berkelanjutan.
Gus Miftah juga menyoroti besarnya potensi zakat di Jawa Timur yang selama ini belum tergarap optimal. Menurutnya, dana zakat memiliki kekuatan besar untuk mendorong kesejahteraan masyarakat jika dikelola secara profesional dan kolaboratif.
“Potensi zakat kita sangat besar. Tugas kami adalah mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaannya agar benar-benar mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tegasnya.
Editor : Arif Ardliyanto