Dari NTT hingga Madura, Sumatraco Manfaatkan Lahan untuk Produksi Garam Standar Impor
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di balik butiran garam yang digunakan setiap hari, ada proses panjang dan komitmen kuat untuk menjaga kualitas. Hal inilah yang terus dijaga PT Sumatraco Langgeng Makmur, salah satu pelaku industri pengolahan garam nasional yang konsisten membangun standar mutu demi daya saing jangka panjang.
Di tengah tantangan industri garam dalam negeri, PT Sumatraco memilih fokus pada penguatan bahan baku. Perusahaan ini mengelola lahan produksi garam di sejumlah wilayah potensial, mulai dari 300 hektare di Nusa Tenggara Timur (NTT), 200 hektare di Madura, hingga 200 hektare di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari kawasan-kawasan tersebut, garam diproduksi dan dikirim ke pabrik pengolahan di Surabaya untuk melalui proses lanjutan dengan standar tinggi.
Bagi PT Sumatraco, kualitas bukan hanya soal hasil akhir, tetapi dimulai sejak dari tambak garam. Setiap tahapan, mulai dari pemilihan lokasi produksi, pengelolaan lahan, hingga pengangkutan bahan baku, dirancang agar menghasilkan garam dengan mutu yang stabil dan terjaga.
Proses pengolahan dilakukan di pabrik PT Sumatraco Langgeng Makmur yang berlokasi di Surabaya. Di fasilitas ini, standar pengendalian mutu diterapkan secara ketat, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan produk siap edar. Teknologi modern dan prosedur kerja yang terukur menjadi bagian tak terpisahkan dari operasional harian pabrik.
Direktur Utama PT Sumatraco Langgeng Makmur, Nurhadi Wiyono, menegaskan bahwa menjaga kualitas merupakan komitmen jangka panjang perusahaan, bukan sekadar memenuhi permintaan pasar.
“Bagi kami, kualitas adalah bentuk tanggung jawab kepada konsumen dan mitra usaha. Konsistensi mutu menjadi fondasi utama untuk membangun kepercayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto