get app
inews
Aa Text
Read Next : Pertumbuhan Ekonomi Jatim 2026 Diperkirakan di Kisaran 4,9–5,7 Persen

Surabaya Pilih Pembiayaan Alternatif, Utang Dinilai Jadi Bantalan Ekonomi

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:25 WIB
header img
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat. Foto/Trisna.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Pemerintah Kota Surabaya mulai mengandalkan skema pembiayaan alternatif dalam menjaga laju pembangunan di tengah ruang fiskal yang kian terbatas. Langkah ini dinilai sebagai bantalan agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan, terutama saat konsumsi rumah tangga dan investasi melambat.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan menyebut belanja pemerintah (government spending) menjadi salah satu instrumen utama untuk menggerakkan ekonomi kota. Namun, keterbatasan APBD menuntut pemerintah mencari sumber pembiayaan di luar pola konvensional.

“Ketika ruang fiskal menyempit, pemerintah harus tetap memastikan belanja strategis tidak mandek. Salah satunya melalui pembiayaan alternatif,” ujar Eri dalam forum diskusi evaluasi satu tahun kepemimpinan Eri Cahyadi–Armuji, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur strategis seperti pelebaran jalan, pengendalian banjir, dan transportasi publik tidak bisa dipertentangkan dengan program sosial seperti beasiswa atau bantuan warga. Keduanya harus berjalan beriringan demi menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menegaskan, pemkot telah menjalankan pembiayaan alternatif sejak 2025 dan akan diperluas pada 2026–2027. Skema ini mencakup kerja sama dengan lembaga pembiayaan nasional serta sektor swasta.

“APBD Surabaya sekitar Rp12 triliun, sementara PDRB mencapai Rp700 triliun. Maka infrastruktur harus dibiayai lewat pembiayaan alternatif agar APBD fokus pada pengembangan sumber daya manusia,” kata Irvan.

Ia menyebut total rencana pembiayaan alternatif 2026–2027 mencapai sekitar Rp3,1 triliun, yang akan diarahkan untuk proyek jalan, jembatan, transportasi, pengendalian banjir, hingga PJU. Pemerintah optimistis skema ini memberi efek berganda bagi ekonomi kota.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut