Bendera Setengah Tiang Hingga Ratusan Kader Beri Penghormatan Terakhir Kepada Adi Sutarwijono
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Bendera setengah tiang, puluhan karangan bunga, berbagai macam kendaraan terparkir hingga badan jalan, para kolega berpakaian serba hitam nampak di gedung DPRD Kota Surabaya, Kamis (12/2/2026) siang. Para kader PDI Perjuangan Kota Surabaya pun tak berhenti berdatangan dengan atribut berwarna merah.
Kedatangan mereka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Ketua DPRD Kota Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono untuk menuju ke tempat peristirahatan terakhirnya. Lobi gedung wakil rakyat pun penuh sesak para kolega yang mengenal sosok Ketua DPRD Surabaya dua periode itu.
Sejak pagi hari karangan bunga memenuhi halaman Gedung DPRD. Satu per satu pelayat datang dengan wajah muram, melangkah pelan menuju ruang persemayaman.
Peti berwarna putih itu pun mulai memasuki area gedung DPRD Kota Surabaya sejak pukul 13.00 WIB. Jenazah almarhum disemayamkan dalam peti tertutup disertai bunga berwarna senada yang menambah suasana khidmat.
Isak tangis tak terbendung dari sejumlah kerabat dan staf DPRD yang selama ini bekerja dekat dengan almarhum. Beberapa terlihat menundukkan kepala cukup lama di sisi jenazah, seakan enggan berpisah.
Doa-doa lirih dipanjatkan, mencerminkan rasa kehilangan yang mendalam atas sosok yang dikenal sederhana dan mudah menyapa siapa pun.
Rekan-rekan sesama anggota DPRD tampak hadir mengenakan pakaian serba gelap. Mereka berbaris rapi memberikan penghormatan terakhir, sebagian saling menguatkan dengan pelukan singkat.
Di mata mereka, Adi Sutarwijono bukan hanya pimpinan lembaga, tetapi juga sahabat dan panutan dalam menjalankan tugas-tugas politik dan pelayanan publik.
Beberapa pelayat tampak ikut terisak, menunjukkan betapa kepergian Adi Sutarwijono meninggalkan duka bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak orang yang pernah bersentuhan dengannya. Salah satunya adalah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang juga menitikkan air matanya di depan jenazah.
“Beliau mengajarkan kepada kita bagaimana merangkul dan menyatukan untuk kepentingan masyarakat Kota Surabaya. Itu yang beliau ajarkan kepada kita semua,” katanya.
Eri juga mengenang bagaimana almarhum tetap memikirkan pekerjaannya sebagai pimpinan dewan meski tahu kondisi tubuhnya tak lagi prima sejak bulan November lalu. "Inilah yang dinamakan dedikasi luar biasa, semoga kita semuanya bisa mencontoh kasih beliau," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Bahtiar Rifai menilai bahwa almarhum adalah orang baik dan bertanggung jawab. "Beliau telah menyelesaikan tugas dengan baik dan bertanggung jawab ketika dalam kondisi sakit pun beliau masih hadir di gedung ini," tuturnya.
Editor : Arif Ardliyanto