get app
inews
Aa Text
Read Next : Kolaborasi UWP dan Pemkot Surabaya, Wadahi Mahasiswa Kurang Mampu Agar Tetap Bisa Kuliah

Ramadan 2026: Baznas Jatim Bidik Zakat Rp7 Miliar untuk Yatim, Mahasiswa Miskin hingga Warga Lansia

Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:32 WIB
header img
Baznas Jatim menargetkan penghimpunan zakat Rp7 miliar selama Ramadan 2026 untuk anak yatim, mahasiswa kurang mampu, lansia, dan warga miskin. (Foto Surabaya.iNews.id/ihya).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Harapan ribuan anak yatim dan keluarga prasejahtera di Jawa Timur kembali menyala jelang Ramadan 2026. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur menargetkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga Rp7 miliar selama bulan suci, hampir dua kali lipat dari capaian Ramadan tahun lalu.

Target ambisius ini bukan tanpa alasan. Kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, membuat Baznas Jatim memperluas dan memperkuat program-program sosialnya.

“Tahun lalu sekitar Rp3,5 miliar. Tahun ini kami targetkan Rp7 miliar, dengan dukungan gubernur serta para pengusaha,” ujar Ketua Baznas Jatim KH Ali Maschan Moesa saat Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) persiapan Ramadan 2026 di Sidoarjo, Kamis (5/2/2026).

Menurut Ali Maschan, dana yang dihimpun selama Ramadan akan difokuskan untuk kelompok masyarakat paling rentan, mulai dari anak yatim, fakir miskin, mahasiswa kurang mampu, hingga lansia yang hidup sebatang kara.

Salah satu program terbesar tahun ini adalah santunan untuk sekitar 20 ribu anak yatim di berbagai daerah di Jawa Timur. Tak hanya bantuan tunai, Baznas juga menyiapkan perlengkapan sekolah seperti buku, tas, hingga uang saku agar anak-anak tetap bisa belajar dengan layak.

“Di setiap kabupaten, rata-rata ada 1.000 anak yatim yang dibina. Kalau ditambah bantuan pendidikan dan kebutuhan harian, tentu dananya tidak kecil,” jelasnya.

Selain santunan anak yatim, Baznas Jatim juga mengalokasikan dana untuk perbaikan rumah tidak layak huni, beasiswa pendidikan, serta bantuan bagi masyarakat miskin yang terdampak tekanan ekonomi berkepanjangan.

Kondisi tersebut, kata Ali, membuat jumlah penerima manfaat dari tahun ke tahun terus bertambah. “Ekonomi belum sepenuhnya stabil. Ini yang membuat peran zakat semakin penting untuk menopang kehidupan masyarakat bawah,” ujarnya.

Dukungan terhadap langkah Baznas Jatim juga datang dari Kementerian Agama (Kemenag). Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat.

“Kami harus saling memperkuat. Ini menyangkut kemaslahatan umat. Apa pun program Baznas, Kemenag pasti mendukung,” tegasnya.

Untuk mengoptimalkan penghimpunan dana ZIS, Kemenag mendorong seluruh kantor Kemenag kabupaten/kota hingga madrasah di Jawa Timur memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai payung hukum yang sah.

“Pengumpulan zakat tidak hanya dari ASN, tapi harus melibatkan semua pihak,” kata Bahtiar.

Sebagai catatan, sepanjang 2025 Baznas Jatim berhasil menghimpun dana sekitar Rp51 miliar, dan pada 2026 ini ditargetkan meningkat menjadi Rp53 miliar. Dana tersebut menopang lima program utama Baznas Jatim, yakni santunan anak yatim, pemberdayaan masjid, bantuan dai di daerah terpencil, beasiswa pendidikan, serta bantuan bagi masyarakat miskin dan lansia.

Dengan target besar di Ramadan 2026, Baznas Jatim berharap semangat berbagi masyarakat semakin menguat, sehingga zakat tak sekadar angka, melainkan jalan nyata menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut