get app
inews
Aa Text
Read Next : Latihan Rutin di Jambangan, SSB Puja Perkuat Karakter dan Fondasi Sepak Bola Usia Dini Surabaya

Dari Lapangan Limbe, SSB di Pasuruan Ini Siapkan Pemain Muda Masa Depan dengan Karakter Kuat

Senin, 09 Februari 2026 | 07:33 WIB
header img
Berlatih rutin di Lapangan Limbe, Diklat Anfa Pasuruan mengembangkan pembinaan sepak bola usia dini dengan sistem jangka panjang dan terarah. Foto Surabaya.iNews.id/alup

PASURUAN, iNewsSurabaya.id – Setiap sore, Lapangan Limbe di Pasuruan tak pernah benar-benar sepi. Tawa anak-anak, teriakan kecil penuh semangat, dan suara bola yang ditendang bergantian menjadi saksi tumbuhnya mimpi-mimpi pesepak bola cilik. Di tempat inilah Diklat Anfa Pasuruan menanamkan fondasi masa depan sepak bola sejak usia dini.

Di tengah menjamurnya sekolah sepak bola anak, Diklat Anfa memilih jalan yang tidak instan. Mereka membangun pembinaan secara terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang. Bukan sekadar mengejar kemenangan di turnamen usia dini, tetapi membentuk pemain dengan teknik matang, mental kuat, dan karakter yang baik.

Ketua Diklat Anfa Pasuruan, Anton, menegaskan bahwa pembinaan usia dini adalah investasi terpenting dalam dunia sepak bola.

“Sepak bola masa depan tidak bisa dibangun secara instan. Anak-anak harus dibentuk dari dasar, bukan hanya skill, tapi juga mental dan karakter. Itu yang kami lakukan di Diklat Anfa,” ujar Anton.


Berlatih rutin di Lapangan Limbe, Diklat Anfa Pasuruan mengembangkan pembinaan sepak bola usia dini dengan sistem jangka panjang dan terarah. Foto Surabaya.iNews.id/alup

Dalam proses latihan, Diklat Anfa menerapkan metode Game–Analytical–Game (GAG) yang dipadukan dengan tahapan pembinaan P1 hingga P4. Pola ini dirancang sebagai bagian dari konsep Golden Ex Training, jalur pembinaan yang diarahkan untuk melahirkan Golden Ex Player—pemain muda yang siap naik ke level kompetisi lebih tinggi.

Asisten pelatih Diklat Anfa, Saiful, menjelaskan bahwa setiap tahapan latihan disusun secara terukur dan konsisten.

“Anak-anak tidak langsung dituntut sempurna. Kami latih bertahap, dari teknik dasar, pemahaman bermain, sampai pembentukan mental dan psikis. Harapannya, mereka siap ketika masuk ke sistem sepak bola yang lebih profesional,” jelasnya.

Keseriusan pembinaan tersebut juga mendapat respons positif dari para orang tua. Salah satunya Suwanto, wali murid Diklat Anfa, yang melihat adanya arah dan tujuan jelas dalam program latihan.

“Kami percaya Diklat Anfa bukan sekadar tempat latihan, tapi organisasi pembinaan. Program privat berbasis GAG dan tahapan P1 sampai P4 itu jelas arahnya, menuju Golden Ex Training dan Golden Ex Player,” katanya.

Dari sudut pandang pemain, manfaat pembinaan juga terasa nyata. Farel Simbon Adi, salah satu pemain Diklat Anfa, mengaku mendapatkan lebih dari sekadar latihan teknik.

“Di sini saya diajari disiplin, mental, dan cara menghadapi tekanan. Jadi bukan cuma jago main bola, tapi juga siap menghadapi masa depan,” tutur Farel dengan penuh semangat.

Dengan sistem pembinaan yang jelas, dukungan penuh orang tua, serta komitmen pelatih yang konsisten, Diklat Anfa Pasuruan terus mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat pembinaan sepak bola usia dini yang serius di Pasuruan. Dari lapangan sederhana itulah, mimpi besar anak-anak perlahan dibentuk—satu sentuhan bola, satu karakter, dan satu masa depan yang lebih terarah

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut