International Culture Day, Cara Seru Siswa Surabaya Mengenal Budaya Dunia Lebih Dekat
SURABAYA, iNewsSurabaya.id — Riuh tawa, warna-warni kostum tradisional, hingga alunan musik dari berbagai penjuru dunia mewarnai suasana Cita Hati Christian School Citraland Campus. Sejak pagi, lingkungan sekolah itu seolah berubah menjadi “panggung dunia” tempat para siswa belajar mengenal keberagaman budaya global secara nyata.
Momen tersebut hadir dalam gelaran International Culture Day, kegiatan tahunan yang diikuti seluruh siswa kelas 7 hingga 12. Tak sekadar seremonial, acara ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mengajak siswa memahami budaya negara lain melalui pengalaman langsung, mulai dari seni, busana, hingga ekspresi pertunjukan.
Sebagai sekolah yang mengimplementasikan kurikulum International Baccalaureate (IB), Cita Hati Christian School menjadikan international mindedness sebagai nilai utama dalam proses belajar. International Culture Day pun dirancang selaras dengan pendekatan Middle Years Programme (MYP), yang menekankan pembelajaran lintas disiplin dan konteks global. Melalui tema personal and cultural expression serta globalization and sustainability, siswa diajak berpikir kritis tentang dunia yang semakin saling terhubung.

Nuansa multikultural semakin terasa lewat beragam penampilan yang ditampilkan siswa. Fashion show internasional dari perwakilan kelas 7 hingga 12 memperlihatkan ragam busana khas berbagai negara. Pertunjukan drama lintas budaya oleh siswa teater hingga kolaborasi penampilan para guru menambah kehangatan dan kebersamaan dalam komunitas sekolah.
Puncak acara berlangsung meriah dengan penampilan solo dance dari India Association of Surabaya, yang disambut antusias para siswa. Suasana semakin cair saat seluruh peserta terlibat dalam flashmob bersama, menciptakan momen kebersamaan yang sarat energi dan kegembiraan.
Kepala Sekolah SMP-SMA Cita Hati Christian School Citraland Campus, Clara Yap, menegaskan bahwa International Culture Day memiliki makna lebih dari sekadar hiburan.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menonton, tetapi mengalami langsung keberagaman budaya dunia. Mereka belajar menghargai perbedaan, melatih empati, serta mengembangkan kreativitas dan keterampilan sosial,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto