get app
inews
Aa Text
Read Next : Literasi dan Keuangan Syariah di Jatim Terus Tumbuh

Tak Sekadar Teori, Program Literasi Keuangan Ini Libatkan Orang Tua dan Sekolah

Senin, 09 Februari 2026 | 15:24 WIB
header img
Literasi keuangan siswa SMP dilakukan secara holistik dengan pembelajaran kelas, praktik di rumah, dan pendampingan orang tua. Foto ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Mengelola uang bukan lagi urusan orang dewasa. Di tengah derasnya arus digital dan kemudahan transaksi nontunai, pemahaman soal keuangan justru perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Kesadaran inilah yang mendorong lahirnya gerakan literasi keuangan berskala nasional yang menyasar pelajar sekolah menengah pertama (SMP).

Sebanyak sekitar 2.300 siswa SMP di berbagai kota, mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang Raya, Bekasi, Bandung, Cimahi, Semarang, hingga Denpasar, terlibat dalam program literasi keuangan JA SparktheDream. Program ini merupakan kolaborasi PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) yang kini memasuki tahun keempat pelaksanaannya.

Berbeda dari pembelajaran konvensional, JA SparktheDream tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Program ini dirancang dengan pendekatan ekosistem pembelajaran, yang menghubungkan sekolah, keluarga, dan industri jasa keuangan sebagai satu kesatuan dalam membentuk kebiasaan finansial sehat sejak dini.

Melalui empat sesi pembelajaran interaktif, siswa diajak memahami konsep dasar pengelolaan keuangan dengan cara yang dekat dengan keseharian mereka. Proses belajar dipandu oleh fasilitator PJI bersama guru dan sukarelawan FWD Insurance, memadukan diskusi kelas, platform pembelajaran daring, hingga aktivitas praktik di rumah bersama orang tua.

Di rumah, siswa tidak sekadar mengerjakan tugas. Mereka didorong untuk berdiskusi dengan keluarga, mencatat pengeluaran sederhana, hingga belajar mengambil keputusan finansial sehari-hari. Pendampingan orang tua menjadi kunci agar literasi keuangan tidak berhenti sebagai teori, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan.

Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, menilai pendekatan ini relevan dengan tantangan generasi muda saat ini.

“Di era digital, anak-anak semakin cepat terpapar berbagai pilihan finansial beserta risikonya. Setelah menjangkau hampir 6.000 siswa sejak 2023, kami ingin pembelajaran JA SparktheDream semakin kontekstual dengan realitas mereka. Melibatkan orang tua dan sekolah sebagai satu ekosistem menjadi fondasi penting agar anak-anak mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak di masa depan,” ujarnya.

Upaya ini menjadi semakin krusial jika melihat kondisi literasi keuangan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa masih berada di angka 56,42 persen. Padahal, generasi muda tumbuh di tengah ekosistem keuangan digital yang semakin kompleks, mulai dari dompet digital hingga berbagai layanan keuangan berbasis aplikasi.

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menambahkan bahwa peran guru juga diperkuat melalui program ini.

“JA SparktheDream dirancang sebagai proses penguatan jangka panjang. Guru dibekali metodologi dan materi yang bisa dikembangkan menjadi bagian dari kurikulum literasi keuangan sekolah. Kehadiran sukarelawan FWD Insurance turut memperkaya pembelajaran dengan contoh nyata, sehingga siswa memperoleh gambaran utuh antara teori dan praktik,” jelasnya.

Pelaksanaan tahun keempat JA SparktheDream diawali dengan seminar literasi keuangan bertajuk “Kelola Uang Hari Ini, Aman Esok Hari” yang digelar di SMP Al-Jannah, Depok. Seminar ini menyasar siswa dan orang tua, untuk menegaskan peran keluarga sebagai pendamping utama anak dalam membangun kebiasaan finansial sehat.

Narasumber seminar, Dewi R.D. Amelia, CFP, menekankan bahwa pengelolaan keuangan tidak selalu bergantung pada besar kecilnya penghasilan.

“Mengelola uang dimulai dari hal sederhana, seperti memahami pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyiapkan perlindungan keuangan. Keputusan kecil hari ini—menabung, menentukan prioritas, merencanakan tujuan—akan sangat menentukan rasa aman di masa depan,” tuturnya.

Dengan menghadirkan pembelajaran yang hidup di rumah dan sekolah, JA SparktheDream menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan FWD Insurance dan PJI dalam memperkuat fondasi literasi keuangan anak Indonesia. Harapannya, generasi muda tumbuh tidak hanya melek finansial, tetapi juga siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan dengan lebih percaya diri dan bijak.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut