Sekolah Pinggiran di Tuban Ini Punya Panel Surya 6.000 Watt, Siswa Belajar Energi Bersih Langsung
TUBAN, iNewsSurabaya.id – Pagi itu, halaman SMP Negeri 2 Jenu, Kabupaten Tuban, tampak berbeda. Di atas atap sekolah, deretan panel surya terpasang rapi. Bukan sekadar pajangan, perangkat berkapasitas 6.000 watt itu kini menjadi “laboratorium hidup” bagi para siswa untuk mengenal energi bersih secara langsung.
Sekolah yang berada di kawasan pinggiran ini resmi menjadi bagian dari Program Sekolah Energi Berdikari yang diinisiasi Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal (FT) Tuban. Program tersebut dirancang untuk menanamkan literasi energi terbarukan sejak dini sekaligus membangun kesadaran lingkungan di kalangan pelajar.
Berbeda dari pembelajaran konvensional di kelas, para siswa kini bisa mempelajari konsep energi terbarukan melalui praktik nyata. Panel surya yang terpasang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk memahami cara kerja listrik tenaga matahari.
Tak hanya itu, sekolah juga dilengkapi tempat sampah berbasis Internet of Things (IoT) dan sistem aquaponik yang menggabungkan budidaya ikan serta tanaman dalam satu ekosistem ramah lingkungan.

Kolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) membuat pendekatan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) semakin kuat. Siswa tidak hanya diajak memahami teori, tetapi juga mendorong mereka berinovasi dari potensi lokal yang ada di Jenu.
Puncaknya, pada 3 Februari 2026, digelar Expo Proyek STEM yang menampilkan karya-karya siswa. Beragam inovasi teknologi sederhana dipamerkan, mulai dari pengelolaan energi alternatif hingga solusi pengolahan limbah berbasis teknologi.
Guru Besar Fakultas Teknik UNS, Agus Purwanto, turut hadir memberikan dukungan akademik terhadap penguatan pendidikan berbasis riset dan inovasi di sekolah tersebut.
Fuel Terminal Manager Tuban, Rahmad Febriadi, menegaskan bahwa Program Sekolah Energi Berdikari bukan hanya tentang pemasangan fasilitas, melainkan investasi jangka panjang pada generasi muda.
“Kami ingin sekolah menjadi ruang tumbuh bagi inovator muda yang peduli lingkungan dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto