get app
inews
Aa Text
Read Next : UMKM Jadi Fokus Utama Rakernas IMA 2025, Perkuat Kolaborasi untuk Ekonomi Lebih Tangguh

Khofifah Soroti Peran Bank Jatim dalam Ketahanan Ekonomi Jatim Lewat Penguatan UMKM

Rabu, 11 Februari 2026 | 15:02 WIB
header img
Bank Jatim menggelar Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026 di Malang. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim)  Khofifah Indar Parawansa menyoroti peran strategis PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, dukungan Bank Jatim terhadap UMKM menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Jatim. 

“Bank Jatim memiliki peran penting sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memastikan UMKM naik kelas dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, keterlibatan UMKM binaan Bank Jatim dalam berbagai misi dagang menunjukkan keberhasilan pola pembinaan yang terintegrasi. Mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan jaringan pemasaran.

“Kami akan terus mendorong UMKM dan IKM naik kelas melalui berbagai program pembinaan, fasilitasi pemasaran, penguatan mutu produk, serta perluasan akses pasar baik secara luring maupun digital,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Disisi lain, emiten berkode BJTM itu menargetkan menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia pada 2030. Baik dari sisi dana pihak ketiga, kualitas penyaluran kredit, pertumbuhan laba, maupun penguatan total aset.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo mengatakan, untuk mencapai visi tersebut, Bank Jatim menetapkan fokus strategi 2026 melalui pendekatan 3-2-1. 

Pertama, strategi tiga bisnis utama yang meliputi optimalisasi penghimpunan dana murah (low cost funding), peningkatan kualitas penyaluran kredit dengan likuiditas yang efisien, serta penguatan transaksi digital banking.

Kedua, dua enabler utama sebagai fondasi akselerasi bisnis, yakni penguatan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel, serta pengembangan sistem dan teknologi guna meningkatkan efisiensi operasional dan keamanan layanan digital.

Ketiga, penguatan people development yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan kompetensi, profesionalisme, serta budaya kerja adaptif dan inovatif.

“Melalui strategi 3-2-1 ini, kami optimistis mampu memperkuat daya saing, meningkatkan kinerja keuangan, serta memberikan nilai tambah bagi nasabah dan pemangku kepentingan,” kata Winardi.

Ia menambahkan, pada 2026 Bank Jatim akan terus memperkuat kinerja bisnis, tata kelola perusahaan, serta akselerasi transformasi digital guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut