Budi Waseso Dorong Pramuka Cetak Petani Milenial untuk Perkuat Ketahanan Pangan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso menegaskan komitmen Pramuka dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pembinaan generasi muda, termasuk mendorong lahirnya petani milenial di berbagai daerah.
Menurutnya, regenerasi petani menjadi tantangan serius karena minimnya minat generasi muda di sektor pertanian. Karena itu, Gerakan Pramuka mengambil peran strategis melalui edukasi pertanian berbasis teknologi dan kemandirian pangan sejak usia dini.
“Kita ingin mengubah cara pandang generasi muda terhadap pertanian. Bertani bukan pekerjaan yang tidak menjanjikan. Dengan teknologi yang tepat, sektor ini justru memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujar Budi Waseso usai melantik Mabida, Kwartir Daerah (Kwarda), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur (Jatim) masa bakti 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, program ketahanan pangan Pramuka akan digerakkan secara nasional melalui jaringan anggota hingga tingkat desa. Setiap wilayah akan mengembangkan komoditas sesuai karakter lahan, seperti jagung, singkong, hingga kedelai yang selama ini masih bergantung pada impor.
“Kita tidak bisa memaksakan satu komoditas untuk semua daerah. Edukasi penting agar anggota Pramuka memahami potensi wilayahnya dan mampu mengelola pertanian secara efektif,” katanya.
Selain menanam, Pramuka juga akan mendorong kemandirian petani melalui pelatihan pembibitan dan produksi benih secara mandiri. Tujuannya agar petani tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah serta mampu mengembangkan usaha pertanian berkelanjutan.
Budi menilai ketahanan pangan bukan sekadar soal produksi beras, melainkan seluruh kebutuhan pangan nasional yang berkaitan langsung dengan kedaulatan dan harga diri bangsa. Sebagai negara agraris dengan jumlah penduduk besar, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk mandiri dalam produksi pangan.
“Kalau kita kuat dalam pangan, kita tidak bergantung pada negara lain. Ini soal ketahanan bangsa dan masa depan generasi muda,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi peran Kwartir Daerah (Kwarda) Jatim yang dinilai berhasil menjalankan berbagai program pembinaan, termasuk kegiatan pertanian berbasis komunitas yang melibatkan anggota Pramuka secara aktif.
Melalui program ini, Gerakan Pramuka diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga produktif, inovatif, serta siap menjadi pelaku utama dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim, Arum Sabil mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan. Digitalisasi yang melaju cepat, maraknya penyalahgunaan narkoba, hingga judi online menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
“Oleh karena itu, Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam membentengi generasi muda dari hal-hal negatif tersebut. Kita harus terus berinovasi, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, tetapi tetap memegang teguh nilai-nilai Dasa Darma,” tegasnya.
Editor : Arif Ardliyanto