Memasuki Hari ke-15 Ramadan, Sejumlah Masjid NU di Surabaya Tambahkan Qunut pada Salat Witir
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Memasuki hari ke-15 bulan Ramadan, suasana ibadah malam di sejumlah masjid di Surabaya semakin khusyuk dan dipadati jamaah.
Pertengahan Ramadan juga menjadi momentum dimulainya pembacaan doa qunut dalam salat Witir di banyak masjid yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Berpedoman pada mazhab Imam Syafi’i, pelaksanaan salat tarawih di lingkungan NU umumnya dilakukan sebanyak 20 rakaat, yang dikerjakan dua rakaat-dua rakaat, kemudian ditutup dengan tiga rakaat salat Witir.
Tradisi 20 rakaat ini merujuk pada praktik yang berkembang sejak masa Khalifah Umar bin Khattab yang menghidupkan kembali salat tarawih secara berjamaah.
Dalam mazhab Syafi’i, doa qunut tidak dibaca pada rakaat tarawih. Namun, ketika memasuki separuh akhir Ramadan, termasuk mulai malam ke-15, qunut dianjurkan untuk dibaca dalam salat Witir.
Praktik tersebut mulai diterapkan di sejumlah masjid NU di Surabaya seiring meningkatnya partisipasi jamaah pada pertengahan Ramadan.
Salah satu pengurus masjid di Surabaya, Imam Solikin, menjelaskan bahwa penambahan qunut pada Witir bukanlah kebiasaan baru.
“Memasuki pertengahan Ramadan, kami mulai membaca qunut pada Witir sebagaimana dianjurkan dalam mazhab Imam Syafi’i. Tradisi ini sudah lama dijalankan di lingkungan kami,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan, pihak masjid tetap mengedepankan sikap saling menghormati di tengah adanya perbedaan praktik ibadah di masyarakat.
“Perbedaan dalam hal qunut termasuk ranah ijtihadiyah. Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan ibadah dan persatuan di antara jamaah,” katanya.
Dengan bertambahnya malam-malam Ramadan, semangat ibadah umat Islam di Surabaya pun kian meningkat. Pertengahan bulan suci ini menjadi momentum untuk memperbanyak doa dan amal ibadah, sekaligus menjaga harmoni dalam keberagaman praktik keagamaan.
Editor : Arif Ardliyanto