Bisnis Gadai Melejit Saat Ramadan, Pegadaian Jatim Catat Tumbuh 3 Persen, Ini Penjelasannya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ramadan tak hanya menjadi momentum spiritual bagi muslim, tetapi juga menghadirkan pergerakan signifikan di sektor keuangan. Di Jawa Timur, aktivitas gadai dan pembiayaan di Pegadaian menunjukkan tren positif selama bulan suci.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, mengungkapkan bahwa kinerja selama Ramadan tahun ini tumbuh sekitar persen dibanding periode sebelumnya. Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa bisnis gadai masih menjadi pilihan masyarakat untuk menjaga likuiditas, terutama saat kebutuhan meningkat.
“Ramadan ini kami tumbuh sekitar 3 persen. Kami sangat optimistis,” ujarnya.
Momentum Ramadan memang identik dengan lonjakan kebutuhan rumah tangga, mulai dari belanja bahan pokok, persiapan mudik, hingga kebutuhan pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru. Di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil, masyarakat cenderung memanfaatkan aset seperti emas untuk memperoleh dana cepat tanpa harus menjualnya.
Kenaikan harga emas di pasar dunia turut menjadi faktor pendorong. Saat harga logam mulia bergerak naik, nilai taksiran gadai otomatis meningkat. Kondisi ini memberi ruang pembiayaan yang lebih besar bagi nasabah. Tren tersebut diperkirakan masih akan berlanjut hingga 2026, seiring ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar.
Menariknya, di tengah pertumbuhan bisnis gadai, penjualan emas khusus untuk kebutuhan zakat belum menunjukkan lonjakan signifikan. Padahal, Ramadan juga menjadi momen umat Muslim menunaikan kewajiban zakat mal, termasuk dari kepemilikan emas yang telah mencapai nisab.
Zaenudin berharap kesadaran masyarakat terhadap zakat berbasis aset emas semakin meningkat. “Bagi umat Muslim tentu sudah memahami kewajiban zakat mal, termasuk dari kepemilikan emas yang sudah masuk nisab,” jelasnya.
Editor : Arif Ardliyanto