Kisah Inspiratif Ramadan di Surabaya, Tunanetra Khataman Al-Quran Braille
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana Ramadan tahun ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi sejumlah penyandang tunanetra di Kota Surabaya. Dalam sebuah kegiatan yang sarat makna, mereka diajak membaca Al-Qur’an bersama menggunakan huruf braille dalam acara khataman yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Surabaya.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar khidmat ketika para tunanetra meraba lembar demi lembar mushaf braille. Momen ini tidak sekadar menjadi kegiatan ibadah, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang memperlihatkan semangat inklusivitas di bulan penuh berkah.
Ketua DPD PKS Surabaya, M. Fimainto Utomo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Ramadan yang digelar pihaknya tahun ini. Selain khataman bersama komunitas tunanetra, PKS Surabaya juga menyelenggarakan Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) tingkat kota.
“Alhamdulillah kami telah melaksanakan Musabaqah Hifdzil Quran tingkat Kota Surabaya yang diikuti kader-kader PKS dari berbagai wilayah secara berjenjang. Tiga peserta terbaik dari Surabaya juga berhasil melaju untuk mewakili ke tingkat Jawa Timur,” ujar Fimainto, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, khataman Al-Qur’an bersama komunitas tunanetra menjadi kegiatan yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dalam kegiatan ini, para peserta membaca Al-Qur’an menggunakan mushaf braille, sehingga para penyandang disabilitas penglihatan dapat ikut merasakan suasana khataman secara langsung.
“Ini menjadi kegiatan yang cukup istimewa. Kami mengadakan khataman bersama kawan-kawan tunanetra dari lembaga disabilitas yang membaca Al-Qur’an menggunakan braille,” kata pria yang akrab disapa Bung Tomo tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen PKS dalam mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif. Dengan melibatkan penyandang disabilitas dalam kegiatan keagamaan, diharapkan mereka mendapatkan ruang yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
“Kami ingin masyarakat yang inklusif, yang menyayangi, melibatkan, dan melindungi rekan-rekan disabilitas yang selama ini termasuk kelompok rentan,” ujarnya.
Tidak berhenti di situ, PKS Surabaya juga menyiapkan sejumlah program sosial lainnya hingga menjelang Idulfitri. Salah satunya adalah pembukaan posko mudik yang rencananya akan ditempatkan di Terminal Bungurasih untuk membantu para pemudik yang melintas di kawasan tersebut.
Fimainto berharap rangkaian kegiatan Ramadan hingga Lebaran ini dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Surabaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di Kota Pahlawan. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media dan komunitas masyarakat, agar kegiatan sosial dan keagamaan dapat menjangkau lebih banyak orang.
“Insya Allah menjelang akhir Ramadan kami juga akan membuka posko mudik di Terminal Bungurasih agar bisa membantu para pemudik,” tutupnya.
Editor : Arif Ardliyanto