Bebas Worry Mudik Pakai Mobil Listrik Jalur Surabaya Banyuwangi Kini Full SPKLU
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di sepanjang koridor Surabaya hingga Banyuwangi untuk menjamin kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Direktur Ritel dan Niaga PLN, Adi Priyanto, terjun langsung melakukan inspeksi teknis guna memastikan ratusan unit pengisian daya di jalur utama Jawa Timur siap melayani lonjakan pengguna kendaraan listrik yang menuju Bali maupun wilayah timur lainnya.
Pengecekan dimulai dari SPKLU Center UP3 Surabaya Selatan yang menjadi titik awal penguatan ekosistem digital dan fisik bagi para pemudik.
Hingga saat ini, PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur telah menyiagakan 297 unit SPKLU di 158 lokasi strategis.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menegaskan bahwa fasilitas ini tidak hanya sekadar tempat pengisian daya, melainkan dikembangkan menjadi SPKLU Center yang nyaman bagi pengendara untuk melepas lelah.
Keandalan infrastruktur ini dirasakan langsung oleh pengguna di lapangan, seperti saat rombongan meninjau SPKLU Rest Area Travoy 792A Gempol Pasuruan dan ULP Situbondo.
Sejumlah pengguna kendaraan listrik mengaku semakin percaya diri melakukan perjalanan jarak jauh karena persebaran titik pengisian yang merata dan kemudahan akses melalui aplikasi PLN Mobile.
Keuntungan ekonomi berupa penghematan biaya operasional hingga 60 persen dibandingkan kendaraan konvensional juga menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang memilih mudik ramah lingkungan.
Sebagai benteng terakhir sebelum penyeberangan ke Bali, PLN menyiagakan fasilitas khusus di SPKLU Grand Watu Dodol, Banyuwangi. Di titik ini, tersedia Posko Siaga Layanan SPKLU Lebaran 2026 yang dilengkapi teknologi fast charging 30 kW serta ruang tunggu premium ber-AC dan area dapur sederhana.
Dengan petugas yang bersiaga penuh selama 24 jam dalam tiga shift, PLN berkomitmen menghapus kekhawatiran masyarakat akan daya baterai, sehingga perjalanan mudik tahun ini tetap aman, nyaman, dan bebas emisi.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta