Senyum Bahagia Siswa Difabel Saat Belanja Baju Lebaran, Wajah Ceria Rasakan Perhatian Istimewa
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana hangat dan penuh keceriaan terlihat saat puluhan siswa difabel memilih pakaian baru untuk menyambut Hari Raya Idulfitri. Dengan wajah sumringah, mereka menyusuri rak-rak toko, mencoba sepatu, hingga memilih sandal favorit.
Di tengah kebahagiaan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir mendampingi langsung para siswa dari sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Madiun. Ia menyapa, berbincang, bahkan membantu anak-anak mencari ukuran pakaian yang pas.
Sebanyak 95 siswa difabel diberi kesempatan memilih sendiri kebutuhan Lebaran yang mereka inginkan. Bagi sebagian dari mereka, pengalaman tersebut menjadi momen istimewa yang jarang dirasakan.
“Setiap tahun kita memang melakukan belanja bersama anak-anak yatim. Pernah juga bersama lansia. Tetapi hari ini kita belanja bersama murid difabel,” ujar Khofifah.
Kebebasan memilih membuat suasana belanja terasa berbeda. Beberapa siswa tampak antusias mencoba baju baru, sementara yang lain memilih sepatu atau sandal untuk dipakai saat Lebaran nanti.
Khofifah bahkan beberapa kali terlihat membantu anak-anak memastikan ukuran pakaian yang dipilih sesuai. Ia juga menyaksikan langsung proses pembayaran yang dilakukan para siswa, yang terlihat bangga karena bisa menentukan pilihan mereka sendiri.
Menurut Khofifah, kegiatan sederhana ini menjadi pengingat untuk selalu bersyukur sekaligus memperkuat rasa kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
“Hari ini kita ingin bersapa dengan saudara-saudara kita yang difabel supaya kita semua bisa menikmati rasa syukur. Kita yang diberi anugerah panca indera yang berfungsi dengan baik harus mensyukuri nikmat itu,” tuturnya.
Selain berbelanja, setiap siswa juga menerima uang saku Rp200 ribu, makanan untuk berbuka puasa, serta snack yang bisa dibawa pulang.
Perhatian tidak hanya diberikan kepada siswa. Para guru pendamping juga mendapat paket sembako dan bantuan uang tunai sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
Khofifah mengaku terkesan dengan kesabaran para guru yang setiap hari membimbing siswa dengan berbagai keterbatasan.
“Guru-guru ini luar biasa. Mereka mendidik, membimbing, dan mendampingi dengan penuh kesabaran,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan “Ramadan Pendidikan Berdampak” yang digagas Dinas Pendidikan Jatim.
Menurut Aries, program ini mendorong sekolah memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperkuat nilai spiritual, karakter, dan kepedulian sosial siswa.
“Pendidikan tidak hanya berbicara tentang akademik. Pendidikan harus mampu membangun empati dan nilai kemanusiaan,” jelasnya.
Selain kegiatan sosial seperti santunan dan berbagi takjil, program ini juga menghadirkan berbagai aktivitas pendidikan seperti pondok Ramadan, pesantren kilat tematik, hingga pembelajaran berbasis proyek Ramadan.
Lebih jauh, perhatian terhadap siswa berkebutuhan khusus juga diwujudkan melalui program Vokasi Istimewa yang telah berjalan sejak 2020. Program ini memberikan pelatihan keterampilan bagi siswa SLB, mulai dari tata boga, tata kecantikan, otomotif, hingga kreasi kerajinan.
“Dengan keterampilan tersebut, kami berharap siswa difabel dapat mandiri dan percaya diri menghadapi masa depan,” kata Aries.
Di balik tawa dan wajah ceria para siswa yang membawa pulang pakaian Lebaran baru, tersimpan pesan sederhana: pendidikan bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian dan kebahagiaan bagi semua anak.
Editor : Arif Ardliyanto