get app
inews
Aa Text
Read Next : Transaksi Gadai Saat Ramadan Meningkat, Warga Surabaya Ramai-Ramai Gadaikan BPKB Demi Biaya Lebaran

Jelang Lebaran, Emak-Emak hingga Sosialita Dominasi Gadai Emas di Surabaya, Transaksi Naik 10 Persen

Minggu, 15 Maret 2026 | 09:25 WIB
header img
Menjelang Idulfitri, transaksi gadai di Pegadaian Dinoyo Surabaya meningkat 10 persen. Mayoritas nasabah perempuan menggadaikan emas perhiasan untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Foto Surabaya.iNews.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas di kantor Pegadaian di Surabaya tampak berbeda dari biasanya. Antrean warga yang ingin menggadaikan barang terlihat semakin ramai, terutama sejak memasuki pertengahan bulan Ramadan.

Menariknya, mayoritas nasabah yang datang justru didominasi perempuan. Mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran, hingga kalangan sosialita terlihat silih berganti mendatangi kantor Pegadaian untuk mendapatkan dana tunai demi memenuhi kebutuhan Lebaran.

Di salah satu sudut ruang tunggu Pegadaian Cabang Dinoyo Surabaya, beberapa perempuan tampak sabar menanti giliran. Sebagian membawa kotak kecil berisi perhiasan emas, sementara yang lain menggenggam tas berisi barang berharga yang akan dijadikan jaminan.


Pimpinan Cabang Pegadaian Dinoyo Surabaya, Deddy Darmawan saat memberi keterangan kenaikan masyarakat yang melakukan gadai jelang lebaran. Foto Surabaya.iNews.id/arif

Fenomena ini diakui oleh Pimpinan Cabang Pegadaian Dinoyo Surabaya, Deddy Darmawan. Ia mengatakan, setiap menjelang Idulfitri, aktivitas gadai memang selalu meningkat seiring melonjaknya kebutuhan masyarakat.

“Tren gadai di Pegadaian Cabang Dinoyo semakin ramai. Kebanyakan digunakan untuk kebutuhan membayar THR karyawan, persiapan Lebaran, hingga kebutuhan konsumtif lainnya,” ujar Deddy.

Menurutnya, jika dibandingkan bulan-bulan biasa, jumlah transaksi gadai selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri mengalami kenaikan sekitar 10 persen.

“Kalau dibandingkan bulan biasa, bulan ini ada kenaikan sekitar 10 persen menjelang Lebaran,” jelasnya.

Deddy mengungkapkan, emas masih menjadi barang yang paling banyak digadaikan oleh masyarakat. Perhiasan seperti cincin, gelang, dan kalung menjadi pilihan utama karena mudah dicairkan serta memiliki nilai taksiran yang cukup tinggi.

“Yang digadaikan mayoritas emas perhiasan dan emas lantakan, tetapi lebih dominan emas perhiasan seperti cincin, gelang, dan kalung,” katanya.

Saat ini, nilai taksiran emas 24 karat atau emas lantakan di Pegadaian Dinoyo berada di kisaran Rp2.500.000 per gram. Sementara untuk emas perhiasan, nilai taksirannya sekitar Rp2.370.000 per gram.

Selain emas, beberapa barang lain juga turut dijadikan jaminan gadai oleh masyarakat. Mulai dari kendaraan roda empat, barang elektronik, hingga barang mewah seperti jam tangan bernilai tinggi.

“Ada juga yang menggadaikan mobil, barang elektronik, hingga barang luxury seperti jam tangan,” tambah Deddy.

Meski begitu, emas tetap menjadi primadona masyarakat ketika membutuhkan dana cepat. Pola ini bahkan sudah menjadi siklus tahunan yang selalu terjadi menjelang momen besar seperti Ramadan dan Idulfitri.

“Kalau jelang Idulfitri, masyarakat memang lebih banyak memanfaatkan emas untuk digadaikan di Pegadaian. Selain itu biasanya juga meningkat saat musim anak masuk sekolah,” jelasnya.

Deddy menambahkan, fenomena ini sedikit berbeda dengan daerah lain di Jawa Timur yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Di wilayah tersebut, lonjakan transaksi gadai biasanya terjadi saat musim tanam atau masa panen.

Sementara di Surabaya sebagai kota metropolitan, peningkatan transaksi gadai lebih dipicu oleh kebutuhan konsumsi masyarakat menjelang momen besar seperti Lebaran.

“Nasabah yang datang pun kebanyakan masih didominasi perempuan, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja, hingga sosialita,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut