get app
inews
Aa Text
Read Next : Realisasi Investasi Jatim 2025 Capai Rp147,7 Triliun, Industri Makanan Masih Jadi Primadona

Libatkan Ratusan Animator Lokal, Film Sci-Fi Indonesia Pelangi di Mars Tayang Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25 WIB
header img
Pengerjaan teknis Pelangi di Mars sepenuhnya mengandalkan tenaga dalam negeri dengan melibatkan ratusan animator dan seniman efek visual (VFX) dari berbagai daerah. Foto: Good Work

JAKARTA, iNewsSurabaya.id - Rumah produksi Mahakarya Pictures merilis film fiksi ilmiah anak Pelangi di Mars secara serentak di bioskop mulai Rabu (18/3/2026). Memakan waktu produksi hingga lima tahun lebih, proyek arahan sutradara Upie Guava ini memadukan teknologi Extended Reality (XR) dan Computer-Generated Imagery (CGI). Pendekatan teknis tersebut menjadi upaya pelaku industri untuk mematok standar baru kualitas efek visual dalam ekosistem perfilman lokal.

Pengerjaan teknis Pelangi di Mars sepenuhnya mengandalkan tenaga dalam negeri dengan melibatkan ratusan animator dan seniman efek visual (VFX) dari berbagai daerah. Proyek ini membuktikan bahwa pekerja kreatif lokal memiliki kapasitas mumpuni untuk mengeksekusi kebutuhan produksi film berbasis teknologi mutakhir.

Selain kru di balik layar, tim produksi juga memberikan porsi apresiasi khusus dalam film bagi para pengisi suara dan pemeran pengganti fisik. Kedua profesi ini sering kali menjadi tulang punggung produksi film animasi dan fiksi ilmiah, namun presensinya jarang mendapat sorotan di layar lebar Indonesia.

Dari segi narasi, cerita berpusat pada karakter Pelangi, anak manusia pertama yang lahir di planet Mars, dalam upayanya menyelamatkan dunia. Ide ini dikembangkan sejak tahun 2020 sebagai respons atas minimnya kekayaan intelektual (IP) lokal bergenre sci-fi yang ramah anak.


Dari segi narasi, cerita berpusat pada karakter Pelangi, anak manusia pertama yang lahir di planet Mars, dalam upayanya menyelamatkan dunia. Foto: Good Work

Sutradara Upie Guava menyebut bahwa tontonan anak Indonesia selama ini banyak didominasi oleh pahlawan fiksi dari Hollywood.

"Kami ingin memberi anak-anak Indonesia pahlawan fiksi ilmiah dari negerinya sendiri. Lewat karakter ini, mereka bisa melihat bahwa mimpi setinggi apa pun bisa dicapai," kata Upie.

Produser Dendi Reynando menambahkan bahwa penyelesaian film ini merupakan bentuk pembuktian kolektif industri, bukan sekadar pencapaian individu.

"Ini bukan sekadar proyek saya dan Upie. Film ini murni lahir dari dedikasi dan keahlian ratusan pekerja seni visual kita yang mencurahkan waktu mereka selama bertahun-tahun," ujar Dendi.

Film fiksi ilmiah Indonesia Pelangi di Mars karya Upi Avianto dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 Maret 2026 saat libur Lebaran. 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut