Remaja Banyuwangi Tenggelam di Sungai Setail, Tawa Bersama Teman Berubah Duka dalam Sekejap
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Suasana ceria siang itu mendadak berubah menjadi kepanikan. Tawa enam remaja yang tengah mandi di Sungai Setail, Banyuwangi, berujung duka setelah salah satu dari mereka, Fais Nur Safaat (14), tak lagi muncul ke permukaan air.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di Kedung Bendo, aliran Sungai Setail yang berada di belakang SD Muhammadiyah 9, Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng.
Fais, remaja asal Dusun Polean, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, awalnya terlihat seperti biasa. Ia berenang bersama lima rekannya, menikmati waktu luang di sungai yang kerap menjadi tempat bermain anak-anak setempat.
Namun, dalam hitungan detik, suasana berubah drastis.
“Awalnya biasa saja, tiba-tiba teman-temannya panik karena Fais tidak terlihat lagi di permukaan,” ujar Daroji (45), warga yang turut membantu pencarian.
Teriakan minta tolong pecah di sekitar lokasi. Warga yang mendengar langsung bergegas menuju sungai dan melakukan pencarian secara spontan. Beberapa di antaranya menyisir aliran sungai, sementara yang lain melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Kapolsek Genteng, Kompol Edy Priswanto, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban diduga tenggelam saat berenang bersama teman-temannya.
“Korban bersama lima rekannya mandi di sungai. Tiba-tiba salah satu rekannya tidak terlihat dan diduga tenggelam,” jelasnya.
Upaya pencarian pun dilakukan selama sekitar satu jam. Hingga akhirnya, sekitar pukul 14.00 WIB, Fais ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sekitar enam meter dari titik awal ia mandi.
Hasil pemeriksaan medis memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Korban meninggal dunia murni akibat tenggelam di Sungai Kedung Bendo,” tegas Kompol Edy.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Meski terpukul, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi. Mereka juga telah membuat surat pernyataan resmi yang diketahui perangkat desa setempat.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa sungai yang tampak tenang bisa menyimpan bahaya tersembunyi. Kepolisian pun mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di area dengan arus deras dan kedalaman yang tidak terduga.
Editor: Arif Ardliyanto