125 Kantong Hasil Donor Darah Jadi Harapan Baru bagi Pasien yang Membutuhkan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah rutinitas kota yang tak pernah benar-benar berhenti, ratusan orang berkumpul dengan satu tujuan sederhana: berbagi kehidupan. Dari ruang donor yang dipenuhi antrean hingga senyum lega para peserta, aksi donor darah di Surabaya ini menghadirkan cerita kemanusiaan yang hangat.
Sebanyak 125 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan yang digelar di Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya. Angka ini bukan sekadar jumlah, tetapi menjadi simbol kuat kepedulian yang tumbuh dari banyak tangan yang rela membantu sesama.
Sejak pagi, antusiasme sudah terasa. Sekitar 160 orang mendaftar, mulai dari pegawai hingga masyarakat umum. Mereka datang dengan latar belakang berbeda, namun disatukan oleh niat yang sama: memberikan harapan bagi orang lain yang tengah berjuang melawan penyakit.
Bagi sebagian peserta, donor darah bukan pengalaman pertama. Namun bagi yang lain, ini adalah langkah kecil yang penuh makna. Salah satunya Tasya, yang mengaku merasakan kebahagiaan tersendiri setelah ikut mendonorkan darah.
“Rasanya campur aduk, antara deg-degan dan senang. Tapi setelah selesai, ada rasa lega karena bisa membantu orang lain,” ujarnya.
Tak semua pendaftar bisa mendonorkan darah, namun semangat untuk berbagi tetap terasa di lokasi kegiatan. Setiap kantong darah yang terkumpul diyakini akan menjadi penyambung hidup bagi pasien yang membutuhkan transfusi, mulai dari korban kecelakaan hingga penderita penyakit kronis.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian sosial. Menurutnya, donor darah bukan hanya aksi simbolis, tetapi juga wujud kehadiran yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hal senada disampaikan Fajar Yudi yang menilai donor darah sebagai langkah sederhana dengan dampak besar. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya kepedulian di lingkungan kerja maupun masyarakat luas.
Lebih dari sekadar peringatan hari jadi, kegiatan ini menghadirkan ruang bagi siapa pun untuk berbagi tanpa pamrih. Dari satu kantong darah, tersimpan harapan, dari satu tindakan kecil, lahir kemungkinan hidup bagi orang lain.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan, aksi seperti ini menjadi pengingat bahwa empati masih tumbuh dan nyata. Dan dari Surabaya, harapan itu kembali mengalir—secara harfiah, dari satu tubuh ke tubuh lainnya.
Editor : Arif Ardliyanto