Tak Mau Kalah Start, PKB Jatim Tancap Gas Siapkan Kemenangan di Pemilu 2029
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Meski Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi, mesin politik mulai dipanaskan. DPW PKB Jawa Timur memilih tancap gas lebih awal dengan meluncurkan empat program strategis yang dirancang untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengokohkan struktur internal partai.
Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Halim, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar strategi elektoral, melainkan upaya nyata menjadikan partainya hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan rakyat.
“PKB tidak ingin hanya bicara politik lima tahunan. Kami ingin benar-benar hadir, mendengar, dan memberikan solusi langsung bagi masyarakat,” ujar Gus Halim dalam agenda Halal Bihalal bersama jajaran DPC PKB se-Jawa Timur, Minggu (26/4/2026).
Program pertama yang digulirkan adalah penetapan Hari Jumat sebagai Hari Fraksi PKB se-Jawa Timur. Setiap anggota fraksi diwajibkan berkantor di DPW maupun DPC agar masyarakat memiliki ruang terbuka untuk menyampaikan aspirasi.
Gus Halim menyebut konsep ini sebagai “pasar aspirasi”, di mana masyarakat bebas datang untuk mengadu, berdiskusi, hingga menyampaikan keluhan.
“Semua boleh datang, semua bisa berbicara. Ini bentuk keterbukaan kami kepada publik,” tegasnya.
Tak hanya fokus eksternal, PKB Jatim juga membenahi kekuatan internal lewat penataan struktur DPAC hingga tingkat bawah. Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.
Menurut Gus Halim, kemenangan politik tidak bisa diraih tanpa mesin partai yang solid dan terorganisir.
“Penguatan struktur dan kaderisasi adalah kunci. Partai harus siap menjawab tantangan sekaligus mengoptimalkan potensi yang ada,” jelasnya.
Program ketiga menitikberatkan pada pemetaan dan penguatan zona pemenangan. PKB Jatim menegaskan tidak ingin kehilangan momentum dengan menunda persiapan.
Seluruh kader diminta langsung bergerak, bukan hanya menyusun strategi di atas kertas.
“Strategi harus segera dijalankan. Kader tidak cukup dilatih, tapi harus langsung ditugaskan di lapangan,” kata Gus Halim.
Sebagai langkah jangka panjang, PKB Jatim juga meluncurkan program pencalegan dini angkatan pertama. Tujuannya, menyiapkan kader yang matang dan memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat sebelum kontestasi dimulai.
Dengan cara ini, partai berharap mampu membangun kepercayaan publik secara lebih konsisten dan berkelanjutan.
Peluncuran empat program ini menjadi sinyal kuat bahwa PKB Jatim ingin tampil lebih agresif, terstruktur, dan progresif menghadapi dinamika politik ke depan.
Gus Halim menilai tantangan nasional saat ini semakin kompleks, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia menegaskan tidak ada ruang bagi kader untuk berdiam diri.
“Tidak ada waktu untuk jeda. PKB harus terus bekerja nyata, menjadi solusi di bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Arif Ardliyanto