Gledekan Mojokerto Jadi Magnet Anak Muda, Ribuan Peserta Tinggalkan Balap Liar
MOJOKERTO, iNewsSurabaya.id - Fenomena balap liar yang selama ini identik dengan aksi berbahaya mulai mendapat alternatif positif di Mojokerto. Lewat komunitas Gledekan, ratusan hingga ribuan anak muda kini memiliki wadah aman untuk menyalurkan hobi otomotif sekaligus olahraga secara tertib dan terorganisir.
Kegiatan bertajuk “Laga Dagelan x Gledekan Gankz” itu sukses menyedot perhatian masyarakat. Jalur gledekan yang telah disiapkan panitia dipenuhi peserta dari berbagai komunitas otomotif dan pecinta olahraga ekstrem yang datang dari dalam maupun luar kota.
Komunitas Gledekan sendiri telah berjalan hampir satu tahun. Kehadirannya membawa misi sosial yang cukup kuat, yakni mengurangi keterlibatan remaja dalam aktivitas negatif seperti balap liar, geng motor, penyalahgunaan narkoba, hingga konsumsi minuman keras.

Dani, juru bicara panitia sekaligus pengelola media sosial komunitas, mengatakan konsep Gledekan sengaja dibuat sederhana dan terbuka untuk semua kalangan. Mulai anak-anak, remaja hingga orang tua bisa ikut merasakan atmosfer olahraga yang aman dan penuh kebersamaan.
“Tujuan kami sederhana, bagaimana hobi yang sebelumnya dianggap negatif bisa diarahkan menjadi kegiatan positif. Anak muda jadi punya tempat berkumpul, olahraga, dan menyalurkan energi mereka,” ujar Dani.
Kegiatan ini rutin digelar setiap Minggu dini hari atau menjelang subuh dengan durasi sekitar dua jam. Pemilihan waktu tersebut bukan tanpa alasan. Selain kondisi jalan yang masih lengang, suasana pagi dinilai lebih nyaman dan mendukung budaya olahraga masyarakat.
Antusiasme peserta pun terus meningkat drastis. Pada awal pelaksanaan, jumlah peserta hanya sekitar 300 hingga 400 orang. Kini, kegiatan tersebut mampu menarik lebih dari 800 sampai 1.000 peserta setiap penyelenggaraan.
Panitia juga menerapkan aturan ketat demi menjaga keselamatan. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan helm dan perlengkapan pelindung tubuh. Selain itu, aktivitas merokok, konsumsi alkohol, hingga penggunaan flare dilarang selama acara berlangsung.
Sekitar 40 marshal disiagakan di sejumlah titik jalur untuk memastikan keamanan peserta dan mengantisipasi kecelakaan. Tim medis, ambulans, hingga fasilitas P3K juga disiapkan selama kegiatan berlangsung.
“Kami ingin kegiatan ini tetap aman, nyaman, dan tidak mengganggu masyarakat sekitar. Semua jalur sudah diatur agar aktivitas warga tetap berjalan normal,” tambah Dani.
Tak hanya berdampak bagi komunitas otomotif, kegiatan Gledekan juga mulai menggerakkan ekonomi warga sekitar. Kehadiran ribuan peserta membuka peluang bagi pelaku UMKM, jasa parkir, hingga fasilitas umum yang dikelola masyarakat setempat.
Salah satu peserta dari komunitas Hilang Arah, Alice Arkadewi, mengaku senang bisa ikut dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Gledekan menjadi tempat yang tepat bagi anak muda untuk menyalurkan hobi sekaligus mempererat solidaritas antar komunitas.
“Seru karena suasananya kompetitif tapi tetap santai. Daripada melakukan hal negatif, lebih baik ikut kegiatan seperti ini,” kata Alice.
Meski penuh tantangan di jalur gledekan, Alice menilai pengalaman tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Ia berharap event serupa terus berkembang dengan konsep yang lebih kreatif dan mampu melibatkan komunitas dari berbagai daerah.
Ke depan, komunitas Gledekan berencana menggelar turnamen atau event balap tahunan yang lebih besar. Namun hingga kini, proses perizinan masih menjadi tantangan yang terus diupayakan penyelenggara.
Komunitas tersebut berharap pemerintah dapat memberikan dukungan agar Gledekan berkembang menjadi bagian dari Eco Sport Tourism di Mojokerto sekaligus menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk berkarya dan berprestasi.
Editor : Arif Ardliyanto