get app
inews
Aa Text
Read Next : Diskominfo Surabaya Gunakan Media Sosial untuk Tingkatkan Transparansi Publik

Arus Barang Tembus Jutaan Ton, Surabaya Jadi Pusat Penguatan Layanan Impor

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:32 WIB
header img
Kehadiran kantor representasi KSO SCISI di Surabaya diharapkan membantu kelancaran distribusi barang dan aktivitas perdagangan nasional. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Aktivitas impor dan logistik di Jawa Timur yang terus meningkat mendorong hadirnya layanan baru bagi pelaku usaha. KSO SCISI resmi membuka Kantor Representasi Pemasaran di Surabaya sebagai upaya mendekatkan pelayanan verifikasi dan pemeriksaan impor kepada importir serta stakeholder perdagangan di wilayah Jawa Timur.

Langkah ini dinilai strategis mengingat Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Perak menjadi salah satu pusat perdagangan dan distribusi terbesar di Indonesia Timur.

Wakil Pimpinan KSO SCISI, Rohindra Meison, mengatakan pembukaan kantor representasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan profesional bagi dunia usaha.

Menurutnya, kebutuhan industri saat ini menuntut sistem layanan yang mudah diakses serta mampu mempercepat proses koordinasi antara importir dengan pihak pemeriksa impor.

“Kami ingin semakin mendekatkan pelayanan verifikasi dan pemeriksaan impor kepada pelaku usaha di Jawa Timur. Kehadiran kantor representasi ini diharapkan mampu mempercepat komunikasi dan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait,” ujar Meison usai peresmian kantor di Surabaya, Senin (18/5/2026).

Ia menambahkan, Jawa Timur menjadi wilayah penting dalam aktivitas perdagangan nasional karena memiliki pertumbuhan industri dan logistik yang cukup tinggi. Karena itu, KSO SCISI ingin memperkuat sinergi dengan pemerintah, asosiasi, hingga pelaku usaha agar layanan verifikasi impor semakin efektif dan berkualitas.

Selain mendukung kelancaran impor, keberadaan kantor representasi tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional.

“Kami berharap kehadiran kantor ini bisa memberi nilai tambah bagi dunia usaha dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur,” katanya.

Pembukaan kantor representasi KSO SCISI juga mendapat sambutan positif dari kalangan asosiasi logistik dan importir.

Ketua GINSI Jawa Timur, Hana Belladina, menilai kehadiran kantor tersebut menjadi langkah penting untuk mendukung kelancaran perdagangan internasional yang terus berkembang di Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.

Menurutnya, selama ini pelaku usaha membutuhkan pelayanan yang cepat, responsif, dan memiliki kepastian proses agar aktivitas impor berjalan lebih efisien.

“Kehadiran kantor representasi ini menjadi langkah positif untuk mendekatkan layanan kepada pelaku usaha, khususnya importir dan perusahaan logistik di Jawa Timur,” ujar Hana.

Ia berharap kolaborasi antara KSO SCISI, asosiasi, serta stakeholder kepelabuhanan terus diperkuat sehingga mampu menciptakan iklim perdagangan yang lebih sehat dan kompetitif.

Hana juga menegaskan posisi strategis Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai gerbang perdagangan Indonesia Timur membuat dukungan layanan verifikasi impor menjadi kebutuhan penting bagi dunia usaha.

Senada dengan itu, Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyebut peresmian kantor cabang KSO SCISI menjadi kabar positif di tengah meningkatnya aktivitas impor di Surabaya.

“Kuota impor di Surabaya saat ini cukup besar sehingga keberadaan layanan yang lebih dekat tentu sangat membantu pelaku usaha,” ujarnya.

Sebastian menjelaskan, kondisi perdagangan global saat ini masih menghadapi tantangan akibat geopolitik internasional dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Meski demikian, arus barang impor pada awal 2026 disebut masih tumbuh sekitar 3 hingga 5 persen.

Ia mengungkapkan, arus peti kemas dan kapal curah melalui Surabaya serta wilayah perdagangan Indonesia Timur sepanjang 2025 hampir mencapai 10 juta ton. Angka tersebut menunjukkan pentingnya peran Pelabuhan Tanjung Perak dalam menopang industri dan perdagangan nasional.

Karena itu, Sebastian berharap kerja sama antara PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia dalam KSO SCISI mampu memperkuat layanan pemeriksaan impor sekaligus mendukung pengembangan pasar logistik nasional.

“Harapannya kerja sama operasi ini semakin memperkuat peningkatan pelayanan dan pengembangan market karena Pelabuhan Tanjung Perak memiliki posisi yang sangat strategis,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut