Peluang Bisnis Kuliner Surabaya Menjanjikan, Akses Pembiayaan UMKM Masih Jadi Sorotan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi perhatian dalam upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Namun di tengah peluang pasar yang semakin besar, banyak pelaku usaha kecil masih menghadapi kendala klasik berupa keterbatasan modal untuk memperluas bisnis mereka.
Kondisi tersebut juga dirasakan sejumlah pelaku UMKM di Surabaya, khususnya sektor kuliner yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang cukup pesat. Kebutuhan tambahan modal dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, hingga menambah variasi produk usaha.
Salah satu pelaku UMKM kuliner di Surabaya, Sulistiyowati Ningsih, mengaku sempat mengalami hambatan saat ingin mengembangkan usaha katering yang telah dirintisnya. Usaha tersebut melayani pesanan nasi bungkus, nasi kotak, tumpeng, hingga aneka kue basah untuk kebutuhan acara kantor maupun penjualan kembali oleh pedagang lain.
Seiring meningkatnya permintaan pelanggan, Sulistiyowati melihat peluang besar untuk memperbesar skala usahanya. Namun keterbatasan modal menjadi tantangan yang sulit dihindari.
“Pada 2021 saya mengambil kredit mobil baru di Astra Credit Companies Surabaya 3. Karena membutuhkan tambahan modal usaha, saya kemudian mengajukan pembiayaan melalui ACC Danaku,” ujarnya.
Tambahan modal tersebut dimanfaatkan untuk memperluas usaha kuliner yang dijalankannya. Ia mengaku kini mampu menambah variasi menu katering sekaligus meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Fenomena serupa dinilai masih banyak terjadi di kalangan UMKM, terutama usaha kecil yang sedang berkembang namun belum memiliki akses pembiayaan yang memadai.
Branch Manager ACC Surabaya Waru, Julian Limawan Hidayat, mengatakan kebutuhan pembiayaan produktif bagi UMKM terus meningkat, terutama di sektor perdagangan dan kuliner.
Menurutnya, dukungan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting agar pelaku usaha dapat bertahan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.
“Pengembangan produk pembiayaan terus dilakukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha,” katanya.
Selain untuk kebutuhan usaha, layanan pembiayaan juga banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan lain seperti renovasi rumah, pendidikan, hingga keperluan keluarga lainnya.
Pertumbuhan UMKM sendiri dinilai memiliki dampak besar terhadap ekonomi daerah karena mampu membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Editor: Arif Ardliyanto