Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Pembunuhan Bayi dan Aborsi di Kediri Terungkap, Ini Motif Para Pelaku
Advertisement . Scroll to see content

Ide Liburan di Malang dan Batu, dari Berburu Kuliner hingga Menjelajah Sejarah

Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:21 WIB
  • author Lukman Hakim
Ide Liburan di Malang dan Batu, dari Berburu Kuliner hingga Menjelajah Sejarah
Liburan bersama keluarga di Malang Raya, dari museum hingga taman bunga. (Foto : istimewa).

MALANG, iNewsSurabaya.id – Menikmati liburan tidak selalu harus bepergian jauh atau menyusun perjalanan panjang. Malang dan Kota Batu menawarkan beragam pilihan aktivitas untuk mengisi waktu luang, mulai dari berburu kuliner, menikmati pertunjukan musik, menyusuri kawasan bersejarah, hingga menjelajahi taman bunga.

Beragam destinasi tersebut bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, maupun orang terdekat. Warga dapat menyesuaikan agenda berdasarkan minat, waktu yang tersedia, dan pengalaman yang ingin didapatkan.

Bagi pencinta kuliner dan suasana klasik, Festival Tempoe Doeloe di area parkir Living Plaza Sawojajar menghadirkan pengalaman bernuansa nostalgia. Festival yang berlangsung pada 9–18 Oktober 2026 tersebut memadukan kuliner, permainan tradisional, kerajinan tangan, dan berbagai barang bercorak tempo dulu.

Pengunjung dapat berburu jajanan tradisional, mencicipi kuliner kekinian, melihat barang antik, hingga mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak. Sejumlah hiburan turut meramaikan acara, seperti pertunjukan musik, parade tarian Nusantara, parade cosplay, Malang Talent Show, dan lomba fashion anak.

Konsep tersebut menawarkan pengalaman lintas generasi. Orang tua dapat bernostalgia dengan suasana masa lalu, sementara anak-anak memperoleh pengalaman baru melalui kuliner dan permainan yang mulai jarang dijumpai. Festival ini juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung.

Festival Tempoe Doeloe berlangsung setiap hari pukul 15.00–22.00 WIB dengan tiket masuk gratis. Namun, karena penyelenggaraannya berakhir pada 18 Oktober 2026, festival ini dapat menjadi referensi untuk memantau agenda serupa berikutnya.

Bagi warga yang ingin menikmati hiburan musik, Senada Senja Festival 4.0 dapat menjadi pilihan agenda pada penghujung Oktober. Festival yang diselenggarakan oleh AMC FIA Universitas Brawijaya ini dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026, pukul 15.00–23.00 WIB, di Kota Malang.

Mengusung tema Sound of Our Resonance dan tagline Out of Reality, Into the Rhythm, acara ini dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas, menikmati pertunjukan musik, dan membangun koneksi dengan sesama penikmat musik maupun komunitas kreatif.

Sejumlah penampil yang tercantum dalam informasi acara antara lain EASTCAPE, ENAMORE, GREYFIA, THE SETTING SUN, THE SAMO, dan SOCIKOCLOGY. Dengan suasana festival yang berlangsung hingga malam, acara ini dapat menjadi alternatif hiburan bagi mahasiswa, pencinta musik, maupun warga yang ingin mengisi akhir pekan dengan pengalaman berbeda.

Harga tiket yang tercantum di platform penjualan resmi dimulai dari Rp40.000. Calon pengunjung disarankan memeriksa ketersediaan tiket, lokasi acara, dan ketentuan masuk melalui kanal resmi penyelenggara.

Jika ingin menikmati suasana lebih santai, warga dapat menyusuri kawasan Kajoetangan Heritage di pusat Kota Malang. Kawasan ini dikenal dengan kampung heritage, bangunan lawas, gang-gang berkarakter, serta sudut kota yang menarik untuk fotografi.

Berjalan kaki di kawasan tersebut menjadi cara sederhana untuk melihat Malang dari perspektif berbeda. Pengunjung dapat mengamati arsitektur lama, menikmati kuliner di sekitar kawasan, atau mengenal lebih dekat sejarah dan kehidupan masyarakat setempat.

Agar kunjungan lebih berkesan, wisatawan dapat menyusun rute berjalan kaki sambil mencari informasi mengenai sejarah bangunan dan lokasi yang dilewati. Dengan begitu, perjalanan tidak hanya menjadi kegiatan rekreasi, tetapi juga kesempatan memahami cerita di balik sudut-sudut kota.

Pilihan lain untuk mengisi waktu liburan adalah mengunjungi Museum Angkut di Kota Batu. Destinasi ini menawarkan perpaduan wisata edukasi, hiburan, dan pengalaman fotografi melalui koleksi kendaraan dari berbagai era, termasuk mobil klasik dan moda transportasi lainnya.

Berbagai zona tematik menghadirkan suasana yang terinspirasi dari sejumlah negara dan ikon dunia. Pengunjung dapat mengenal perkembangan transportasi dari masa ke masa sekaligus menikmati area yang menarik untuk berfoto. Perpaduan koleksi bersejarah dan zona tematik membuat kunjungan museum terasa berbeda, baik bagi keluarga dengan anak-anak maupun pengunjung dewasa.

Museum Angkut juga dapat dimasukkan dalam agenda perjalanan sehari ke Kota Batu. Wisatawan bisa mengombinasikan kunjungan tersebut dengan destinasi lain atau wisata kuliner di sekitarnya sesuai waktu yang tersedia. Sebelum berangkat, pengunjung sebaiknya memeriksa informasi terbaru mengenai jam operasional, harga tiket, dan atraksi melalui kanal resmi destinasi.

Bagi yang ingin menikmati suasana alam, taman bunga di kawasan Kota Batu juga bisa menjadi alternatif. Batu Love Garden (BALOGA) menawarkan wisata bertema tanaman dan bunga, sedangkan Selecta dikenal dengan taman bunga dan kawasan rekreasinya.

Kedua destinasi tersebut cocok bagi pengunjung yang ingin berjalan santai, menikmati udara sejuk, berfoto, atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Wisata taman juga memberikan pilihan agenda yang lebih rileks tanpa harus mengikuti jadwal acara tertentu.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut