Ekonomi Global Tak Menentu, Perusahaan Asuransi di Indonesia Tempuh Cara Tak Biasa
JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Ketidakpastian ekonomi global mendorong banyak perusahaan mencari cara baru untuk menjaga stabilitas bisnis sekaligus memperkuat hubungan internal. Di tengah tekanan tersebut, sejumlah perusahaan asuransi mulai mengedepankan pendekatan berbasis solidaritas tim dan aksi sosial sebagai bagian dari strategi bertahan jangka panjang.
Salah satu langkah itu dilakukan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia melalui pelaksanaan program global bertajuk Impact Week. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi karyawan dan tenaga pemasaran dalam aksi sosial yang berfokus pada kesehatan masyarakat, lingkungan, hingga pemberdayaan komunitas.
Program yang berlangsung pada 27 April hingga 8 Mei 2026 itu melibatkan lebih dari 200 relawan dari Manulife Indonesia dan Manulife Syariah Indonesia. Para peserta terdiri dari karyawan hingga tenaga penjualan yang turun langsung mengikuti berbagai kegiatan sosial di sejumlah wilayah.

Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia, Lauren Sulistiawati mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan kerja.
Menurutnya, konsep longevity tidak hanya dimaknai sebagai hidup lebih lama, melainkan juga hidup yang lebih sehat, memiliki koneksi sosial, dan memberi makna bagi lingkungan sekitar.
“Melalui Global Impact Week, relawan diajak terlibat langsung membangun kesejahteraan komunitas dan memperkuat ketahanan masyarakat,” ujarnya.
Selama pelaksanaan program, berbagai kegiatan digelar mulai dari edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga peningkatan literasi keuangan masyarakat. Selain itu, kegiatan lingkungan dan sanitasi juga menjadi fokus utama dalam rangkaian aksi sosial tersebut.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pembangunan fasilitas air bersih dan sanitasi di Kampung Ciangger, Desa Ciangger, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Peresmian fasilitas tersebut dilakukan pada 6 Mei 2026 bersamaan dengan kegiatan pembersihan lingkungan desa.
Penyediaan akses air bersih dinilai penting karena masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mengurangi risiko penyakit akibat sanitasi yang buruk.
Selain pembangunan fasilitas sanitasi, kegiatan lain yang digelar meliputi pemeriksaan kesehatan gratis dan seminar kesehatan untuk sekitar 100 warga. Program itu terlaksana melalui kerja sama dengan Rumah Sakit BSH.
Materi edukasi kesehatan yang diberikan menitikberatkan pada pola hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin untuk menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.
Di sisi lain, Manulife Syariah Indonesia juga mengadakan edukasi literasi keuangan bagi masyarakat. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai pengelolaan keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan di Kampung Ciangger turut melanjutkan kerja sama perusahaan dengan Dompet Dhuafa yang telah berjalan sejak 2022 dalam penyediaan akses air bersih dan sanitasi di wilayah dengan keterbatasan fasilitas dasar.
Hingga kini, program tersebut disebut telah menjangkau enam desa dengan total penerima manfaat sekitar 10 ribu orang, termasuk ribuan warga di kawasan Cigudeg dan sekitarnya.
Langkah perusahaan asuransi memperkuat kegiatan sosial dan keterlibatan internal dinilai menjadi salah satu pendekatan baru menghadapi tantangan ekonomi global. Selain menjaga soliditas organisasi, kegiatan berbasis komunitas juga dianggap mampu membangun hubungan sosial yang lebih kuat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Editor : Arif Ardliyanto