get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran Hutan Landa Banyuwangi, 2 Hektare Kawasan Perhutani Hangus Dilalap Api

Ribuan Bibit Ditanam di Banyuwangi, Perhutani Ingatkan Bahaya Alih Fungsi Hutan

Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:38 WIB
header img
Gerakan penghijauan di Banyuwangi dilakukan dengan penanaman ribuan bibit pohon. Perhutani mengingatkan ancaman kerusakan hutan akibat kebutuhan lahan permukiman. Foto iNewsSurabaya.id/siswanto

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Upaya menjaga kelestarian hutan terus diperkuat di Kabupaten Banyuwangi. Dalam peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026, ribuan bibit pohon ditanam di kawasan Lapangan Kaliandong, Dusun Sidomulyo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang digelar Perhutani KPH Banyuwangi Barat tersebut menjadi bagian dari gerakan konservasi lingkungan sekaligus penguatan program perdagangan karbon atau carbon trading berbasis kawasan hijau.

Tak hanya penanaman pohon, kegiatan ini juga diwarnai deklarasi kader konservasi hutan yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas lingkungan, hingga masyarakat sekitar kawasan hutan.

Sebanyak 2.026 bibit tanaman konservasi dan pohon buah berkayu ditanam secara simbolis sebagai langkah nyata menjaga keseimbangan ekosistem di tengah ancaman perubahan iklim dan meningkatnya tekanan terhadap kawasan hutan.

Administratur/ADM Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, mengatakan kondisi tutupan hutan di wilayah Banyuwangi Barat saat ini masih relatif baik. Luas kawasan hutan tercatat mencapai sekitar 42.700 hektare dengan persentase tutupan lahan lebih dari 90 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi aset penting dalam mendukung penyerapan emisi karbon dan menjaga stabilitas lingkungan.

“Konservasi hutan yang baik akan memberikan kontribusi besar terhadap serapan emisi karbon. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan,” ujar Muklisin.

Meski demikian, Perhutani mulai mewaspadai meningkatnya tekanan terhadap kawasan hutan seiring pertumbuhan penduduk dan kebutuhan lahan permukiman yang terus bertambah.

Muklisin menilai, ancaman alih fungsi lahan harus diantisipasi sejak dini agar keberlangsungan fungsi ekologis hutan tetap terjaga.

“Ke depan jumlah penduduk terus bertambah dan tekanan terhadap kawasan hutan juga meningkat. Karena itu perlu mitigasi agar masyarakat tetap berdaya tanpa mengorbankan fungsi ekologis,” katanya.

Ia menjelaskan, pembentukan kader konservasi hutan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial kawasan hutan.

Menurutnya, keberadaan hutan tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

“Hutan tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat tepian hutan. Karena itu masyarakat yang memanfaatkannya juga harus ikut menjaga kelestariannya,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Pemerintahan, Desa dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Alief R Kartiono, menyebut gerakan konservasi berbasis masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung agenda lingkungan global.

“Kegiatan lokal seperti ini diharapkan memberi dampak luas dan menjadi bagian dari upaya global menjaga lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, lanjut Alief, akan terus memperkuat program penghijauan dan pengurangan emisi karbon melalui kolaborasi bersama Perhutani dan masyarakat.

“Program carbon trading dan penguatan kawasan hijau menjadi perhatian agar Banyuwangi tetap hijau dan lestari,” tuturnya.

Ia menegaskan, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi faktor utama menjaga kelestarian hutan di tengah perkembangan wilayah yang terus berlangsung.

“Yang paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan,” ucapnya.

Salah seorang warga, Hari Suharto, mengaku mendukung penuh gerakan konservasi yang dilakukan bersama masyarakat dan pemerintah daerah.

Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kunci menjaga kelestarian kawasan hutan agar tetap memberi manfaat bagi generasi mendatang.

“Kami mendukung penuh program konservasi ini karena hutan harus dijaga bersama,” katanya.

Ia juga mengapresiasi adanya dialog terbuka antara masyarakat dan pihak terkait dalam membahas langkah pelestarian lingkungan.

“Kami senang karena ada rembug bersama untuk menjaga fungsi ekologis kawasan hutan,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut