Sebanyak 24.213 Siswa Jatim Lolos PTN Jalur SNBT 2026
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 menunjukkan capaian positif bagi Jatim. Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim), sebanyak 24.213 calon mahasiswa baru (camaba) berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBT tahun ini.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 20.189 camaba. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebanyak 4.024 siswa atau meningkat 19,9 persen.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan jumlah siswa yang diterima melalui jalur SNBT terjadi hampir merata di 24 Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) se-Jatim.
“Alhamdulillah hasil SNBT tahun ini menunjukkan capaian yang sangat positif. Terima kasih kepada anak-anak Jatim, para guru, dan kepala sekolah yang telah memberikan pendampingan intensif kepada siswa, baik melalui try out rutin maupun pemetaan peluang masuk PTN,” ujar Aries, Selasa (1/6/2026).
Wilayah Surabaya-Sidoarjo menjadi daerah dengan lonjakan tertinggi. Pada 2026, jumlah siswa yang diterima mencapai 4.548 orang, meningkat tajam dibandingkan tahun 2025 yang sebanyak 2.265 siswa atau naik 100,8 persen.
Selain Surabaya-Sidoarjo, peningkatan signifikan juga terjadi di sejumlah daerah lain. Pamekasan menempati posisi kedua dengan 286 siswa diterima pada 2026, naik 33,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 215 siswa. Selanjutnya Gresik mencatat 1.090 siswa diterima atau meningkat 26,6 persen dari 861 siswa pada 2025.
Bondowoso juga menunjukkan peningkatan sebesar 25,6 persen dengan 589 siswa diterima dibandingkan 469 siswa tahun lalu. Sementara Pasuruan naik 24,8 persen, dari 605 siswa pada 2025 menjadi 755 siswa pada 2026.
Aries menilai capaian tersebut tidak lepas dari strategi pendampingan intensif yang dilakukan Dindik Jatim dalam mempersiapkan siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Menurutnya, minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke PTN terus meningkat seiring kebutuhan dunia kerja yang semakin menuntut kompetensi dan spesialisasi yang lebih tinggi.
“Setelah sebelumnya banyak siswa diterima melalui jalur SNBP, kini semakin banyak pula yang berhasil lolos melalui SNBT. Ini merupakan hasil kerja keras siswa, guru, dan kepala sekolah yang terus memberikan dukungan selama proses seleksi,” katanya.
Aries juga menyoroti peningkatan capaian di wilayah Madura. Pamekasan bahkan menjadi daerah dengan kenaikan tertinggi kedua setelah Surabaya-Sidoarjo.
Selain Pamekasan yang meningkat 33,02 persen, Bangkalan naik 15,5 persen, Sumenep meningkat 10 persen, dan Sampang bertambah 8,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Aries, capaian tersebut merupakan hasil dari program Mama Mau Naik Kelas (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas) yang terus diperkuat selama setahun terakhir.
Melalui program tersebut, Dindik Jatim menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan, pemetaan potensi siswa untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), hingga penguatan akademik melalui intensifikasi materi persiapan UTBK.
Selain itu, asesmen dan try out UTBK-SNBT juga dilaksanakan secara berkala disertai evaluasi hasil untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi.
“Alhamdulillah, akselerasi program ini menghasilkan capaian yang sangat baik bagi Madura. Ini menunjukkan bahwa penguatan kualitas pendidikan mampu meningkatkan akses siswa untuk masuk perguruan tinggi negeri,” tegasnya.
Tidak hanya mencatat peningkatan jumlah siswa yang lolos, Jatim juga mendominasi penerimaan mahasiswa baru di sejumlah PTN ternama.
Di Universitas Airlangga (Unair), sebanyak 1.546 siswa asal Jatim diterima atau mencapai 55,79 persen dari total mahasiswa baru jalur SNBT. Sementara di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), jumlah siswa Jatim yang diterima mencapai 6.527 orang atau 78,7 persen.
Di Universitas Brawijaya (UB) Malang, sebanyak 2.621 siswa asal Jatim diterima dan menjadi yang terbanyak dibandingkan provinsi lain. Dominasi serupa juga terlihat di UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dengan 1.601 siswa asal Jatim diterima atau sebesar 92,9 persen.
Sementara itu, di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), sebanyak 2.004 siswa asal Jatim berhasil lolos. Sedangkan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), jumlah siswa Jatim yang diterima melalui jalur SNBT mencapai 1.177 orang atau 47,69 persen.
Sebelumnya, pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, Jatim juga tercatat sebagai provinsi dengan jumlah siswa diterima terbanyak secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2026.
Berdasarkan data SNBP 2026, sebanyak 29.046 siswa asal Jatim diterima dari total 108.122 pendaftar. Posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan 18.365 siswa diterima dari 130.373 pendaftar, disusul Jawa Tengah dengan 16.326 siswa diterima dari 99.825 pendaftar.
Editor : Arif Ardliyanto