get app
inews
Aa Text
Read Next : Rayakan Idul Adha, Danareksa Salurkan Hewan Kurban ke Tujuh Kelurahan di Surabaya

Harga Telur Peternak Turun, Pemprov Jatim Benahi Distribusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:48 WIB
header img
Pasokan melimpah, harga telur di tingkat peternak tertekan. (Foto : iNews.id).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) berupaya menjaga stabilitas harga telur ayam ras di tingkat peternak. Ini setelah harga telur mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Iwan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bulog, Dinas Peternakan, serta pemerintah pusat untuk membahas kondisi harga telur di tingkat produsen.

Menurut Iwan, penurunan harga dipicu oleh melimpahnya pasokan di sentra produksi yang tidak sepenuhnya diimbangi dengan kelancaran distribusi ke berbagai daerah tujuan.

“Ketika pasokan di tingkat produsen cukup banyak, sementara distribusinya mengalami hambatan atau keterlambatan, maka harga di tingkat peternak bisa turun,” ujar Iwan, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus melakukan langkah koordinasi agar jalur distribusi dapat berjalan lebih optimal sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan terkait kondisi di tingkat produsen agar jalur distribusi bisa berjalan lebih baik dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Iwan menegaskan, pasokan telur di Jatim saat ini dalam kondisi cukup. Tantangan utama yang dihadapi bukan pada ketersediaan produksi, melainkan bagaimana menjaga keseimbangan antara pasokan dan distribusi.

Untuk membantu menyerap produksi peternak, pemerintah juga mendorong perdagangan antardaerah, termasuk ke sejumlah provinsi di luar Pulau Jawa.

“Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah membantu alur perdagangan ke daerah lain, termasuk ke Manado. Nilai transaksinya juga cukup besar dari sektor peternakan,” ujarnya.

Selain itu, tingginya kebutuhan telur untuk berbagai program pemerintah dan pasar antardaerah diharapkan dapat membantu meningkatkan penyerapan produksi peternak sehingga harga kembali stabil.

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga telur ayam ras di tingkat peternak terus mengalami penurunan sejak Maret 2026. Harga rata-rata yang sempat mencapai Rp27.236 per kilogram pada Maret turun menjadi Rp25.719 per kilogram pada April, kemudian Rp24.688 per kilogram pada Mei, dan kembali melemah menjadi Rp24.424 per kilogram pada awal Juni 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan langkah intervensi agar harga di tingkat peternak kembali berada pada level yang menguntungkan tanpa membebani konsumen.

“Sekarang telur turun. Nah ini kami harus mengangkat lagi. Tugas kami bagaimana harga telur ayam di tingkat produsen bisa naik, tetapi tetap harus dijaga di hilir agar tidak melebihi harga acuan yang ditetapkan,” ujar Ketut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas telur ayam ras kembali mengalami deflasi pada Mei 2026. Deflasi telur ayam ras tercatat sebesar 4,29 persen pada April dan meningkat menjadi 5,14 persen pada Mei.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut