Investasi Silver Kian Diminati, Sistem Harga Transparan Mulai Jadi Sorotan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi precious metals (logam mulia), khususnya silver bullion (perak murni), terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tingginya antusiasme pasar tersebut belum sepenuhnya diiringi sistem harga yang transparan.
Masih banyak investor menghadapi persoalan hidden markup, harga yang tidak kompetitif, hingga sistem buyback yang dinilai membingungkan dan berpotensi merugikan dalam jangka panjang.
Menjawab kondisi tersebut, Nellava Bullion menghadirkan fitur Silver Live Price yang diklaim menjadi sistem live price silver pertama di Indonesia. Melalui fitur tersebut, pelanggan dapat memantau pergerakan harga silver secara real-time melalui website resmi Nellava dengan acuan harga pasar internasional.
Brand Manager Nellava Bullion, Niki R Hashbiah, mengatakan sistem tersebut dihadirkan untuk memberikan transparansi harga sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat dalam berinvestasi silver.
“Melalui sistem Silver Live Price, customer kini dapat melihat pergerakan harga silver secara langsung dengan acuan market internasional yang lebih transparan dan real-time,” ujar Niki di Surabaya, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, selain menghadirkan transparansi harga pembelian, Nellava juga memperkuat layanan buyback silver dengan valuasi yang mengikuti harga pasar global secara terbuka dan terpercaya.
Menurutnya, sistem buyback yang jelas menjadi salah satu kebutuhan utama investor agar memiliki kepastian terhadap nilai aset ketika ingin menjual kembali silver yang dimiliki.
“Kami ingin customer tidak lagi bingung atau merasa dirugikan ketika membeli maupun melakukan buyback silver. Transparansi menjadi fokus utama yang ingin kami bangun,” katanya.
Niki menambahkan, tren investasi silver saat ini juga mulai diminati kalangan generasi muda yang menjadikan precious metals sebagai alternatif aset jangka panjang. Karena itu, transparansi harga dinilai menjadi faktor penting agar investasi lebih efisien dan menguntungkan.
Editor : Arif Ardliyanto