Waktu Tunggu Kapal Terpangkas 80 Persen, TPK Nilam Catat Arus Petikemas Tembus 49.685 TEUs
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya meningkatkan efisiensi layanan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak mulai menunjukkan hasil signifikan. Melalui implementasi Program EAZI (Easy Access Zone Integration), Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) yang dikelola PT Terminal Teluk Lamong (TTL) berhasil memangkas waktu pelayanan kapal sekaligus meningkatkan kapasitas terminal secara nyata.
Program yang diterapkan selama periode 23 April hingga 25 Mei 2026 tersebut menjadi salah satu terobosan penting dalam penataan Zona Labuh 2 Pelabuhan Tanjung Perak. Berkat optimalisasi pengelolaan area labuh, arus operasional kapal menjadi lebih lancar, terintegrasi, dan efisien.
EAZI merupakan hasil sinergi antara operator terminal, regulator, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor kepelabuhanan. Melalui pengaturan pola labuh yang lebih efektif, program ini mampu mempercepat proses pergantian antar kapal atau ship to ship (STS), yang selama ini menjadi salah satu faktor penting dalam produktivitas pelabuhan.
Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi selama masa implementasi menunjukkan peningkatan kinerja yang sangat signifikan.
“Implementasi Program EAZI menunjukkan dampak positif yang nyata terhadap produktivitas operasional TPK Nilam. Waktu ship to ship berhasil dipangkas secara signifikan dari 4–5 jam menjadi rata-rata hanya 1,5 jam. Efisiensi tersebut memberikan ruang bagi peningkatan jumlah kunjungan kapal sekaligus memperkuat kapasitas layanan terminal,” ujarnya.
Sebelum program EAZI diterapkan, rata-rata waktu pergantian antar kapal berada di kisaran empat hingga lima jam. Namun setelah program berjalan, waktu tersebut berhasil ditekan hingga rata-rata hanya satu jam 30 menit.
Pencapaian terbaik bahkan terjadi pada pelayanan Kapal Intan Daya 12 dan Meratus Wakatobi pada 24 Mei 2026. Saat itu, proses ship to ship berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 31 menit, menjadi rekor tercepat selama pelaksanaan program.
Penurunan waktu layanan tersebut berdampak langsung terhadap kapasitas operasional terminal. Jika sebelumnya TPK Nilam melayani rata-rata 14 kunjungan kapal setiap pekan, kini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 17 kapal per minggu atau tumbuh sekitar 21 persen.
Peningkatan efisiensi pelayanan kapal juga berkontribusi terhadap lonjakan arus petikemas di TPK Nilam. Pada Mei 2026, terminal ini mencatat volume petikemas mencapai 49.685 TEUs, menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun berjalan.
Menurut Retno, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa peningkatan kapasitas layanan tidak selalu harus ditempuh melalui pembangunan fasilitas baru.
“Inovasi operasional, kolaborasi lintas instansi, dan optimalisasi sumber daya yang ada terbukti mampu meningkatkan produktivitas terminal secara signifikan,” katanya.
Keberhasilan implementasi EAZI juga mendapat apresiasi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak.
Kepala Bidang Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan (P2) KSOP Utama Tanjung Perak, Arizal, menilai program tersebut berhasil meningkatkan efisiensi pelayanan kapal tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran.
“Kami mengapresiasi hasil implementasi Program EAZI yang menunjukkan peningkatan efisiensi pelayanan kapal dan produktivitas terminal. Dari evaluasi yang dilakukan bersama, terlihat adanya percepatan waktu layanan serta peningkatan kapasitas pelayanan kapal,” jelas Arizal.
Meski demikian, sejumlah aspek masih akan terus disempurnakan, mulai dari akurasi informasi ETA kapal, sinkronisasi antar pemangku kepentingan, hingga optimalisasi proses perencanaan dan perizinan labuh agar manfaat program semakin maksimal dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menegaskan bahwa keberhasilan EAZI merupakan bagian dari transformasi operasional perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan daya saing pelabuhan nasional.
Menurutnya, inovasi seperti EAZI menjadi bukti bahwa peningkatan kapasitas layanan dapat dicapai tanpa harus selalu bergantung pada investasi infrastruktur baru.
“Program ini menjadi salah satu bukti komitmen PT Terminal Teluk Lamong dalam menghadirkan layanan pelabuhan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berdaya saing guna mendukung kelancaran logistik nasional,” ujar David.
Melihat hasil yang dicapai di TPK Nilam, PT Terminal Teluk Lamong berencana memperluas implementasi Program EAZI ke Terminal Petikemas Berlian. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan area labuh, mempercepat pelayanan kapal, serta menghadirkan standar layanan yang lebih unggul bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Tanjung Perak sebagai salah satu gerbang logistik utama Indonesia Timur dan mendukung transformasi ekosistem kepelabuhanan modern yang tengah dijalankan Pelindo Group.
Editor : Arif Ardliyanto