Produk Karya Siswa Surabaya Tembus China, Eisser Student Company Kantongi Profit Jutaan Rupiah
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Produk karya siswa SMA Negeri 16 Surabaya berhasil menembus pasar internasional. Melalui perusahaan siswa atau Student Company bernama Eisser, para pelajar sukses menjual produknya hingga ke Tiongkok (China), sekaligus mencatatkan keuntungan jutaan rupiah hanya dalam waktu lima bulan operasional.
Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan likuidasi dan penyampaian laporan perusahaan kepada para pemegang saham yang digelar di Gedung TRC SMA Negeri 16 Surabaya, Kamis (6/11). Dalam kegiatan tersebut, siswa mempresentasikan laporan kinerja perusahaan mulai dari penjualan, strategi pemasaran, hingga laporan keuangan layaknya perusahaan profesional.
CEO Eisser Student Company, Ghaisan Putra, menjelaskan bahwa selama lima bulan beroperasi, perusahaan yang dijalankan siswa tersebut berhasil memproduksi dan menjual lebih dari 450 produk.
"Kami berhasil menjual lebih dari 450 produk selama lima bulan operasional. Selain itu kami juga aktif melakukan kegiatan public relations, termasuk siaran radio bersama RRI Pro 1 dan Harian Bhirawa untuk memperkenalkan perusahaan serta produk kami kepada masyarakat," ujarnya Ghaisan.
Dari hasil penjualan tersebut, Eisser mencatat pendapatan sebesar Rp43.707.800 dengan biaya produksi Rp28.968.000 dan biaya operasional Rp2.039.800. Dengan demikian, perusahaan siswa tersebut berhasil membukukan keuntungan sebesar Rp12.700.000.
Tidak hanya berhasil mencetak profit, Eisser juga sukses memperluas jangkauan pasarnya hingga ke luar negeri. Salah satu produk Eisser berupa perlengkapan alat makan "Meelway", berhasil terjual ke Tiongkok setelah tim melakukan riset pasar dan penyesuaian strategi pemasaran untuk menjangkau konsumen internasional.
"Kami melakukan riset pemasaran terlebih dahulu dan mencoba menyesuaikan algoritma pasar internasional. Hasilnya ada tiga produk yang berhasil terjual hingga ke Tiongkok. Produk tersebut dibawa langsung oleh anggota tim yang saat itu sedang berlibur ke sana," kata Ghaisan.
Produk yang dipasarkan Eisser terdiri dari Eisipp sebagai produk utama berupa tumbler multifungsi, Meelway Pouch sebagai wadah perlengkapan makan, serta Meelway Deluxe yang dikemas menggunakan kotak MDF premium.
Dalam kesempatan tersebut, perusahaan juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada para pemegang saham yang berjumlah 100 lembar saham. Sistem yang diterapkan membuat siswa dapat merasakan pengalaman menjalankan perusahaan secara nyata, mulai dari penggalangan modal, produksi, pemasaran, hingga pembagian hasil usaha.
Meski memasuki tahap likuidasi, Eisser berencana terus mengembangkan inovasi produk dan meningkatkan target penjualan pada periode berikutnya.
"Kami ingin mengembangkan lini produk baru atau third line product. Namun saat ini fokus utama tim adalah mempersiapkan kompetisi nasional sehingga pengembangan produk dilakukan secara bertahap," tambah Ghaisan.
Prestasi Eisser tidak berhenti pada capaian penjualan dan profit. Tim ini juga berhasil meraih gelar Juara 1 Best Student Company tingkat regional Surabaya, mengungguli empat sekolah lainnya. Berkat pencapaian tersebut, SMA Negeri 16 Surabaya akan mewakili regional Surabaya pada ajang nasional Company of the Year (COY) yang digelar pada 18 Juli 2026 di Jakarta.
Pembina Eisser Student Company, Arroofiu Dwi Nuur Media Putra, mengatakan kompetisi tingkat nasional akan mempertemukan 12 sekolah terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
"Peserta akan dinilai melalui tiga tahapan utama, yakni membuka booth bazar, presentasi langsung di hadapan juri, serta panel interview tertutup. Para juri berasal dari kalangan profesional, mulai mantan CEO, Chief Marketing perusahaan, hingga perwakilan Deloitte dan Zurich," jelas Arroofiu.
Menurutnya, persiapan menuju tingkat nasional tidak hanya berfokus pada penyempurnaan produk, tetapi juga pembentukan mental tim agar tetap rendah hati dan terus berkembang.
"Kami melakukan evaluasi berdasarkan masukan konsumen agar produk semakin kompetitif. Selain itu kami juga melakukan reset mindset kepada tim. Gelar juara regional sudah selesai, sehingga mereka harus memulai kembali dari nol dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar di tingkat nasional," ujarnya.
Arroofiu menambahkan keberhasilan Eisser tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Sekolah memberikan fasilitas berupa ruang operasional khusus, sementara alumni turut aktif memberikan pendampingan, dukungan moral, hingga bantuan pendanaan.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 16 Surabaya, Ridwan, mengapresiasi kemampuan para siswa dalam mengelola perusahaan secara profesional sejak masih duduk di bangku sekolah.
"Anak-anak mampu melakukan presentasi layaknya perusahaan sungguhan. Mereka belajar tentang pemasaran, pengelolaan usaha, hingga bagaimana meningkatkan nilai perusahaan. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena mereka bisa mengenal dunia wirausaha secara langsung sejak masih sekolah," ungkapnya.
Ia berharap program Student Company dapat terus berkembang dan menjadi wadah pembelajaran kewirausahaan bagi para siswa.
"Mudah-mudahan program ini terus berkembang lebih luas lagi dan semakin banyak siswa yang mendapatkan pengalaman nyata tentang bagaimana menjadi seorang pengusaha," pungkasnya.
Editor: Arif Ardliyanto