Bantu Siswa Siap Kerja, 30 Siswa SMK Ini Jadi Sampel Pengembangan Aplikasi Karier Berbasis Digital
BANGKALAN, iNewsSurabaya.id – Transformasi digital terus merambah berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan. Tak hanya digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar, teknologi kini juga dimanfaatkan untuk membantu siswa merencanakan masa depan melalui layanan bimbingan karier yang lebih modern dan terintegrasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Survei Pra-KKNT MBKM BIMA 2026 yang digelar di SMK Al Kholiliyah Bangkalan. Kegiatan ini menjadi langkah awal pengembangan Aplikasi Manajemen Jenjang Karier Berbasis Digital, sebuah platform yang dirancang untuk membantu siswa mengenali potensi diri dan menentukan arah karier secara lebih terukur.
Kegiatan diawali dengan kunjungan dan audiensi Tim Program MBKM BIMA bersama Kepala SMK Al Kholiliyah Bangkalan, Sholihah Fitria Ningrum, yang didampingi Nurul Jadid. Dalam pertemuan tersebut, tim melakukan asesmen lapangan guna memetakan kebutuhan sekolah sekaligus mengidentifikasi kesiapan karier siswa, terutama dari Jurusan Teknik Elektro.

Survei lapangan dilakukan oleh Yesi Maulidia dan Eliza Kurnia D.W melalui wawancara dengan pihak sekolah. Berbagai aspek menjadi fokus pembahasan, mulai dari program pengembangan karier, pelatihan soft skill, kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, hingga kebutuhan siswa dalam menentukan jenjang pendidikan maupun profesi setelah lulus.
Sebagai bagian dari tahap awal program, tim menetapkan 30 siswa Jurusan Teknik Elektro sebagai sampel penelitian sekaligus peserta utama dalam proses pengembangan dan uji coba aplikasi. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan yang dipilih berdasarkan keterwakilan serta kesiapan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Yesi Maulidia menjelaskan, aplikasi yang sedang dikembangkan dirancang untuk menjadi pendamping karier digital bagi siswa SMK. Platform ini akan membantu peserta didik mengenali minat dan bakat, memetakan kompetensi sesuai bidang keahlian, hingga menyusun portofolio digital yang dapat digunakan saat melamar pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan.
Selain itu, aplikasi juga akan menyediakan berbagai informasi terkait peluang kerja dan kebutuhan industri yang relevan dengan kompetensi siswa.
“Melalui aplikasi ini, siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai potensi yang dimiliki serta pilihan karier yang sesuai dengan kemampuan mereka,” ujar Yesi.
Menurutnya, survei lapangan menjadi tahapan penting agar aplikasi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata di sekolah.
“Data yang kami himpun akan menjadi dasar dalam merancang fitur-fitur aplikasi sehingga tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu membantu siswa mengenali potensi diri, menyusun perencanaan karier, dan mengambil keputusan yang tepat terkait pendidikan lanjutan maupun dunia kerja,” jelasnya.
Hasil survei awal menunjukkan adanya kebutuhan terhadap layanan bimbingan karier yang lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Masukan dari pihak sekolah maupun siswa akan menjadi dasar penyempurnaan fitur aplikasi agar mampu memberikan manfaat maksimal bagi pengguna.
Kepala SMK Al Kholiliyah Bangkalan, Sholihah Fitria Ningrum, menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, inovasi berbasis digital menjadi kebutuhan penting untuk membantu siswa mempersiapkan masa depan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
“Kami sangat mengapresiasi Program MBKM BIMA yang dilaksanakan di SMK Al Kholiliyah Bangkalan. Pengembangan aplikasi ini sangat relevan untuk membantu siswa memahami potensi diri, merencanakan masa depan, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan,” ungkapnya.
Ia berharap aplikasi tersebut dapat menjadi sarana efektif dalam memberikan layanan bimbingan karier yang lebih terarah, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda di era digital.
Melalui Survei Pra-KKNT MBKM BIMA 2026, pengembangan aplikasi karier digital ini diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif bagi siswa SMK dalam menyusun perencanaan masa depan secara lebih matang.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif seiring pesatnya transformasi digital.
Editor : Arif Ardliyanto