50 Karya Siswa Jatim Bersinar di EJIES 2026, Ribuan Ide Lahir untuk Masa Depan Pendidikan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di balik deretan angka ribuan peserta, ada cerita-cerita kecil yang kini mulai menemukan panggungnya. Kreativitas siswa Jawa Timur tak lagi sekadar tugas sekolah, tetapi telah menjelma menjadi solusi nyata melalui ajang East Java Innovation Education Summit (EJIES) 2026.
Sebanyak 50 karya terbaik siswa berhasil mencuri perhatian dan meraih penghargaan dari Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur. Namun lebih dari sekadar penghargaan, ajang ini menjadi ruang bagi ide-ide muda untuk tumbuh, diuji, dan memberi dampak langsung di dunia pendidikan.
Proses menuju panggung EJIES tidaklah instan. Seleksi telah berlangsung sejak 13 Februari hingga 9 Maret 2026. Para peserta kemudian akan melangkah ke tahap paparan final pada 30 April 2026, untuk menentukan 25 karya terbaik yang benar-benar siap diimplementasikan.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa EJIES bukan sekadar kompetisi tahunan. Ia menyebut program ini sebagai gerakan bersama yang menandai perubahan cara pandang dalam membangun pendidikan.
“Program ini untuk menumbuhkan ekosistem inovasi secara masif di lingkungan pendidikan Jawa Timur. Tidak hanya sekadar gagasan, inovasi yang dibuat harus berdampak bagi murid dan peningkatan mutu pendidikan,” ujar Aries.
Menurutnya, tahun kedua pelaksanaan EJIES menjadi titik penting dalam mendorong kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya melibatkan guru dan kepala sekolah, tetapi juga perguruan tinggi, dunia usaha, hingga media.
Untuk memastikan ide-ide tersebut tidak berhenti di atas kertas, Dindik Jatim menghadirkan development forum. Di forum ini, para peserta mendapat pendampingan intensif, mulai dari validasi solusi, strategi implementasi, hingga penguatan dampak di lapangan.
Editor: Arif Ardliyanto