Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ganti Kepala Sekolah, SMAN 2 Taruna Jatim Bidik Lulusan Bermental Pemimpin
Advertisement . Scroll to see content

50 Karya Siswa Jatim Bersinar di EJIES 2026, Ribuan Ide Lahir untuk Masa Depan Pendidikan

Minggu, 26 April 2026 | 05:20 WIB
  • author Saipul Yudi
50 Karya Siswa Jatim Bersinar di EJIES 2026, Ribuan Ide Lahir untuk Masa Depan Pendidikan
Ajang EJIES 2026 di Jawa Timur melahirkan ribuan inovasi pendidikan dari siswa dan guru, mendorong perubahan nyata dalam pembelajaran. Foto iNewsSurabaya.id/saipul

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di balik deretan angka ribuan peserta, ada cerita-cerita kecil yang kini mulai menemukan panggungnya. Kreativitas siswa Jawa Timur tak lagi sekadar tugas sekolah, tetapi telah menjelma menjadi solusi nyata melalui ajang East Java Innovation Education Summit (EJIES) 2026.

Sebanyak 50 karya terbaik siswa berhasil mencuri perhatian dan meraih penghargaan dari Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur. Namun lebih dari sekadar penghargaan, ajang ini menjadi ruang bagi ide-ide muda untuk tumbuh, diuji, dan memberi dampak langsung di dunia pendidikan.

Proses menuju panggung EJIES tidaklah instan. Seleksi telah berlangsung sejak 13 Februari hingga 9 Maret 2026. Para peserta kemudian akan melangkah ke tahap paparan final pada 30 April 2026, untuk menentukan 25 karya terbaik yang benar-benar siap diimplementasikan.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa EJIES bukan sekadar kompetisi tahunan. Ia menyebut program ini sebagai gerakan bersama yang menandai perubahan cara pandang dalam membangun pendidikan.

“Program ini untuk menumbuhkan ekosistem inovasi secara masif di lingkungan pendidikan Jawa Timur. Tidak hanya sekadar gagasan, inovasi yang dibuat harus berdampak bagi murid dan peningkatan mutu pendidikan,” ujar Aries.

Menurutnya, tahun kedua pelaksanaan EJIES menjadi titik penting dalam mendorong kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya melibatkan guru dan kepala sekolah, tetapi juga perguruan tinggi, dunia usaha, hingga media.

Untuk memastikan ide-ide tersebut tidak berhenti di atas kertas, Dindik Jatim menghadirkan development forum. Di forum ini, para peserta mendapat pendampingan intensif, mulai dari validasi solusi, strategi implementasi, hingga penguatan dampak di lapangan.

Pendekatan ini menjadi pembeda EJIES dibanding kompetisi lain. Inovasi yang lahir tidak hanya dinilai dari kreativitas, tetapi juga dari sejauh mana bisa diterapkan dan direplikasi di berbagai sekolah.

Aries menekankan empat prinsip utama dalam pengembangan inovasi di EJIES 2026. Pertama, harus berpihak pada murid dan berdampak nyata pada proses belajar. Kedua, terukur dengan indikator yang jelas. Ketiga, dibangun melalui kolaborasi luas. Dan terakhir, berkelanjutan serta mudah diterapkan di berbagai lingkungan pendidikan.

“Development forum ini menjadi momentum penting untuk mematangkan gagasan dan memperkuat dampak inovasi sebelum masuk tahap akhir,” tambahnya.

Tingginya antusiasme peserta juga menjadi sinyal kuat bahwa semangat berinovasi di kalangan pendidik dan siswa semakin tumbuh. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Ety Prawesti menyebut wilayah Kediri menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 4.005 pendaftar. Disusul Ponorogo sebanyak 3.509 peserta, dan Bojonegoro 3.407 peserta.

Sementara untuk jumlah karya, Bojonegoro mencatat angka tertinggi dengan 3.218 karya, diikuti Ponorogo 3.039 karya, serta Kediri 2.790 karya.

Ragam inovasi yang dihadirkan pun mencerminkan tantangan pendidikan masa kini. Mulai dari transformasi digital dan teknologi pendidikan, inovasi pembelajaran abad 21, penguatan karakter dan literasi, hingga inklusi pendidikan dan pengembangan kewirausahaan vokasi.

Menariknya, kategori inovasi pembelajaran dan kurikulum abad 21 menjadi yang paling diminati dengan lebih dari 8.000 karya. Hal ini menunjukkan perhatian besar terhadap metode belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

Bagi Dindik Jatim, EJIES bukan hanya tentang siapa yang menang. Lebih dari itu, ajang ini diharapkan menjadi energi kolektif untuk mendorong perubahan nyata di dunia pendidikan.

Di tangan para siswa dan pendidik inilah, masa depan pendidikan Jawa Timur perlahan sedang dibentuk—dimulai dari ide sederhana yang berani diwujudkan.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut