Atlet India dan Brunei Ramaikan Piala Kajati Jatim 2026
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Turnamen bulu tangkis bergengsi Piala Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur (Jatim) 2026 resmi berakhir. Kompetisi yang berlangsung sejak Senin (15/6/2026) hingga Minggu (21/6/2026) ini ditutup dengan torehan prestasi luar biasa dan atmosfer kompetisi yang tinggi.
Kejuaraan hasil kolaborasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim dan PBSI Jatim tersebut kembali mencatatkan sejarah baru. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, turnamen ini sukses menyedot perhatian 2.528 atlet, menjadikannya sebagai kejuaraan bulu tangkis dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia hingga berhasil menyabet penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Luhur Istighfar, menyatakan bahwa konsistensi ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mendukung pembinaan atlet bulu tangkis usia muda. Berbeda dengan edisi awal, turnamen kali ini sudah memiliki nilai strategis yang jauh lebih besar bagi masa depan para atlet.
"Alhamdulillah ini sudah yang keempat kalinya. Bahkan untuk penyelenggaraan ketiga dan keempat, turnamen ini sudah masuk dalam kalender perolehan poin nasional. Jadi, para juara yang tampil pada kejuaraan ini akan mendapatkan poin resmi tingkat nasional," ujar Luhur pada acara penutupan, Minggu (21/6/2026).
Selain memecahkan rekor MURI dengan ribuan peserta lokal, turnamen tahun ini juga mulai naik kelas ke kancah internasional. Tercatat, sejumlah atlet muda asal luar negeri seperti dari India dan Brunei Darussalam turut ambil bagian untuk menguji kemampuan mereka di Surabaya.
Meskipun jumlah partisipan internasional masih terbatas, Luhur menilai hal ini sebagai fondasi awal yang positif untuk memperluas jangkauan turnamen ke level global di masa mendatang.
"Tahun ini sudah ada peserta dari India dan Brunei. Yang terpenting bagi kami saat ini bukan sekadar jumlahnya, melainkan bagaimana event ini bisa membangun kerja sama, hubungan persahabatan, serta memupuk sportivitas antar-atlet lintas negara," tambahnya.
Kejati Jatim memastikan akan terus menjaga sinergi dengan PBSI Jatim agar kejuaraan ini tetap menjadi agenda tahunan wajib. Pihak penyelenggara bahkan berencana menggencarkan promosi dan sosialisasi ke mancanegara agar edisi tahun depan dapat menjaring lebih banyak kompetitor asing.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PBSI Jatim Tony Wahyudi menambahkan bahwa status turnamen yang terafiliasi dengan poin nasional menjadi magnet utama yang memotivasi klub-klub daerah untuk mengirimkan aset terbaik mereka.
"Melalui ajang Piala Kajati ini, anak-anak yang selama ini rutin berlatih di klub masing-masing akhirnya mendapatkan panggung yang tepat. Mereka bisa bertemu, bersaing, sekaligus mengukur kemampuan langsung dengan atlet lintas daerah dari seluruh Indonesia," pungkas Tony.
Editor : Arif Ardliyanto