Rahasia Kampus dan Sekolah Bertahan di Era Digital, YPTA Beri Tips Sukses Kelola Lembaga Pendidikan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Transformasi dunia pendidikan menuntut lembaga pendidikan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tidak hanya mengandalkan kualitas akademik, keberhasilan sebuah institusi juga ditentukan oleh kekuatan sumber daya manusia (SDM), budaya kerja, dan kemampuan berkolaborasi.
Komitmen tersebut ditunjukkan Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya melalui kegiatan Outbound Sustainable Improvement 2026 yang digelar pada 19–21 Juni 2026 di El Hotel Kartika Wijaya, Batu, Jawa Timur. Mengusung tema “Patriot Merah Putih dalam Aksi, Kolaborasi Tanpa Henti”, kegiatan ini menjadi wadah penguatan SDM sekaligus membangun sinergi lintas unit di lingkungan YPTA Surabaya.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh jajaran struktural administrasi dan akademik, termasuk para ketua laboratorium. Turut hadir jajaran pengawas dan pengurus YPTA Surabaya, pimpinan Untag Surabaya, Ketua Umum Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI), serta sejumlah mitra strategis seperti Bank Jatim, BNI, dan Jatayu.

Pengawas YPTA Surabaya, Ir. Bantot Sutriono, M.Sc., menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi fondasi utama dalam mewujudkan target perguruan tinggi berkelas dunia.
Menurutnya, penguatan kompetensi sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu akademik agar visi menuju World Class University dapat tercapai.
"Kekuatan sumber daya itu bisa diarahkan untuk meraih World Class University. Yang paling ditekankan adalah kualitas akademik," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Sumber Daya Umum dan Manusia (DUSDM) YPTA Surabaya sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Eddy Wahyudi, S.H., M.Si., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan program rutin dua tahunan yang bertujuan memperkuat solidaritas sekaligus menyegarkan semangat kerja seluruh elemen yayasan.
"Kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan dan membangkitkan kembali semangat kerja setelah menjalani berbagai aktivitas yang padat," katanya.
Hari pertama kegiatan diisi dengan berbagai sesi penguatan budaya kerja, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan.
Editor : Arif Ardliyanto