Terungkap! Ini 4 Strategi Bisnis yang Disebut Mampu Bertahan di Tengah Gejolak Ekonomi Global
JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Perubahan lanskap ekonomi global mendorong dunia usaha untuk terus beradaptasi melalui strategi bisnis yang lebih terintegrasi. Salah satu pendekatan yang kini mulai dikembangkan adalah integrasi sistem bisnis yang menggabungkan digitalisasi, penguatan rantai pasok, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi sebagai fondasi membangun bisnis berkelanjutan.
Pendekatan tersebut diperkenalkan oleh LIQO Market Capital sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tahan perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar sekaligus menjawab tuntutan transformasi bisnis di era digital.
Senior Business Leader LIQO Market Capital, Arif Syamsudin, menjelaskan strategi tersebut dibangun di atas empat pilar utama yang saling melengkapi untuk menciptakan ekosistem bisnis yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
"Pondasi bisnis yang kuat tidak lagi hanya bertumpu pada aspek finansial, tetapi juga bagaimana perusahaan mampu mengintegrasikan teknologi, kolaborasi, dan inovasi dalam setiap proses bisnis. Empat pilar ini menjadi dasar untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan ekonomi global," ujar Arif Syamsudin.
Pilar pertama berfokus pada digitalisasi keuangan melalui pemanfaatan sistem keuangan digital yang mendukung transparansi, efisiensi operasional, serta penyediaan data secara real time sebagai dasar pengambilan keputusan.
Sementara itu, pilar kedua menitikberatkan pada penguatan rantai pasok terpadu. Pemanfaatan teknologi seperti blockchain dan Internet of Things (IoT) dinilai mampu meningkatkan keterlacakan produk mulai dari proses produksi hingga distribusi sehingga kualitas produk dapat lebih terjaga dan proses logistik menjadi lebih efisien.
Editor: Arif Ardliyanto