Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Daya Beli Berubah, Industri Perhiasan Premium Cari Pasar Baru di Kalangan Menengah
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Ini 4 Strategi Bisnis yang Disebut Mampu Bertahan di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:19 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Terungkap! Ini 4 Strategi Bisnis yang Disebut Mampu Bertahan di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Perusahaan LIQO Market Capital memperkenalkan strategi integrasi sistem bisnis berbasis digitalisasi, rantai pasok, kolaborasi, dan inovasi sebagai upaya memperkuat daya saing serta keberlanjutan usaha di tengah tantangan ekonomi global. Foto tangkap laya

JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Perubahan lanskap ekonomi global mendorong dunia usaha untuk terus beradaptasi melalui strategi bisnis yang lebih terintegrasi. Salah satu pendekatan yang kini mulai dikembangkan adalah integrasi sistem bisnis yang menggabungkan digitalisasi, penguatan rantai pasok, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi sebagai fondasi membangun bisnis berkelanjutan.

Pendekatan tersebut diperkenalkan oleh LIQO Market Capital sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tahan perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar sekaligus menjawab tuntutan transformasi bisnis di era digital.

Senior Business Leader LIQO Market Capital, Arif Syamsudin, menjelaskan strategi tersebut dibangun di atas empat pilar utama yang saling melengkapi untuk menciptakan ekosistem bisnis yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan.

"Pondasi bisnis yang kuat tidak lagi hanya bertumpu pada aspek finansial, tetapi juga bagaimana perusahaan mampu mengintegrasikan teknologi, kolaborasi, dan inovasi dalam setiap proses bisnis. Empat pilar ini menjadi dasar untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan ekonomi global," ujar Arif Syamsudin.

Pilar pertama berfokus pada digitalisasi keuangan melalui pemanfaatan sistem keuangan digital yang mendukung transparansi, efisiensi operasional, serta penyediaan data secara real time sebagai dasar pengambilan keputusan.

Sementara itu, pilar kedua menitikberatkan pada penguatan rantai pasok terpadu. Pemanfaatan teknologi seperti blockchain dan Internet of Things (IoT) dinilai mampu meningkatkan keterlacakan produk mulai dari proses produksi hingga distribusi sehingga kualitas produk dapat lebih terjaga dan proses logistik menjadi lebih efisien.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut